TINJAUAN SISTEM KERJA SAMA (MUKHABARAH) DI BIDANG PERTANIAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.30863/alkharaj.v2i1.2747Kata Kunci:
Kerjasama, Mukhabarah, PertanianAbstrak
Abstract
This article aims to explain about cooperation in the management of agricultural land in accordance with Islamic law, whether it is allowed or not allowed in Islam. This cooperation is known as mukhabarah. This kind of cooperation system is still a matter of debate in the Islamic world, especially among fiqh scholars. This is based on the presence or absence of elements of usury, maysir, gharar, and others in its process. Thus, it is able to provide an overview of how the cooperative mechanism for managing agricultural land is recommended in Islam in order to provide benefits for all stakeholders because it can be a medium for helping people who do not own land but are able to cultivate. It also makes it easier for land owners to keep their land productive and earn income.
Â
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai kerja sama dalam pengelolaanilahan pertanian yang sesuai dengan syariat Islam apakah diperbolehkan atau tidak dibenarkan dalam islam. Kerja sama ini disebut dengan istilah mukhabarah. Sistem kerja sama semacam ini masih menjadi perdebatan dalam dunia Islam khususnya dikalangan ulama fikih. Hal tersebut disandarkan pada ada atau tidak adanya unsur riba, maysir, gharar, dan lain-lain dalam proses kerja sama tersebut. Sehingga mampu menggambarkan bagaimana mekanisme kerja sama pengelolaan lahan pertanian yang dianjurkan dalam Islam agar memberikan maslahat bagi semua pihak yang bersangkutan, karena dapat menjadi wadah tolong menolong antara masyarakat yang tidak memiliki lahan tapi mempunyai kemampuan untuk menggarap serta memudahkan bagi pemilik lahan agar lahannya tetap produktif serta dapat berpenghasilan.
Referensi
Aryawati, Riska dan Sri Budhi. “Pengaruh Produksi, Luas Lahan, dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Petani dan Alih Fungsi Lahan Provinsi Bali†Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana.Vol. 7. No. 9. 2018.
Basyir, Ahmad Azhar. Asas-Asas Hukum Muamalah (Hukum Perdata Islam). Yogyakarta: UII. 1990.
Hamidah, Winda. “Analisis Sistem Bagi Hasil (Mukhabarah) Antara Petani Penggarap dengan Pemilik Lahan Sawah di Dusun Pulau Pinang Kabupaten Sarolangun Perspektif Ekonomi Islam†Skripsi, Program Sarjana UIN Sultan Thaha Saifuddin, Jambi, 2021.
Hasan, Akhmad Farroh. Fiqh Muamalah dari Klasik hingga Kontemporer. Malang: UIN Maliki Malang. 2018.
Kementerian Agama, Jakarta: Cet. Ke-1, 2015.
Nita, Shania Verra. “Kajian Muzara’ah dan Musaqah (Hukum Bagi Hasil Pertanian dalam Islam)â€. Jurnal Qawanin. Vol. 4. No. 2. 2020
Rafly, Muhammad, dkk. “Muzara’ah (Perjanjian Bercocok Tanam) Lahan Pertanian Menurut Kajian Hukum Islamâ€. Jurnal Hukum Samudra Keadilan. Vol. 11. No. 2. 2016.
Siregar, Hariman Surya dan Koko Khoerudin. Fikih Muamalah Teori dan Implemetasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2019.
Syafe’i, Rachmat. Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia. 2001.
Yusuf, Wakid. Muzara’ah dan Mukhabarah Menurut Empat Mazhab. dalam https://wakidyusuf.wordpress.com/2020/04/08/24712/ (diakses, 2 April 2022).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.