EKSISTENSI MAYSIR DI KABUPATEN GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.30863/alkharaj.v5i2.10665Kata Kunci:
fiqih muamalah, maysir, judiAbstrak
Gorontalo sebagai Serambi Madinah salah satunya karena mempunyai nilai kebudayaan dan adat istiadat yang erat kaitannya dengan Al-Qur’an dan agama Islam. Praktik maysir yang mulai eksis di masyarakat Kabupaten Gorontalo bertentangan dengan kebudayaan dan adat istiadat Gorontalo yang bersumber pada Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk praktik maysir di Kabupaten Gorontalo dan menjelaskan penyebab praktik maysir di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dua bentuk maysir atau judi yang sering dilakukan masyarakat kabupaten gorontalo yaitu permainan balap perahu dan permainan layang-layang. Permainan layang-layang dan Permainan balap perahu di Kabupaten Gorontalo merupakan maysir karena memenuhi empat unsur maysir. Dua implementasi maysir di Kabupaten Gorontalo memiliki beberapa kemiripan dan juga memiliki beberapa penyebab yang sama. Para pelaku maysir di Kabupaten Gorontalo tidak dibekali ilmu agama yang baik dan benar. Selanjutnya, meskipun mayoritas masyarakat Gorontalo kini beragama Islam, penolakan terhadap Islam di Gorontalo juga terjadi dan berlangsung hingga sekarang, salah satunya implementasi maysir yang terjadi di Kabupaten Gorontalo. Ditambah dengan pengaruh pihak-pihak dari luar masyarakat Gorontalo yang memberi pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan adat istiadat Gorontalo.
Referensi
Al-Qur'an Tajwid dan Terjemahan
A. Karim, A., & Sahroni, O. (2015). Riba, Gharar dan Kaidah-Kaidah Ekonomi Syariah: Analisis Fikih dan Ekonomi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Achmad, A., & Cholid, N. (2007). Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Ambary, H. M. (1996). Suplemen Ensiklopedia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Baharuddin, D. (2022). Kontekstualisasi Ayat Maysir Dan Relevansinya Terhadap Lootbox: Pendekatan Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed. Diya Al-Afkar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Al-Hadis, 287-299.
Baihaqi, M., & Akram, M. (2023). Menganalisis Unsur Perjudian Dalam Permainan Mesin Capit Boneka Terhadap Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 860-870.
Bouti, M. R. (2020). Surat Dari Bumi Serambi Madinah. Bogor: GUEPEDIA.
Bungin, B. (2009). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Dewi, R. P. (2023). Larangan MAGHRIB (Maysir, Gharar, Riba) Dalam Transaksi Jual Beli Kajian Ekonomi Islam. Ejesh: Jurnal of Islamic Economics and Social, 23-33.
Fariani, D., & Irawan, D. (2020). Praktik Perlombaan Kicau Burung Dengan Merger Hadiah Dan Sinkronisasi Biaya Tiket Pendaftaran Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Lapangan Alam Peson Tebas Kuala). Jurnal Studi Islam Lintas Negara, 45-61.
Fitriyah, K. D., & Yusuf, F. Q. (2022). Hukum Permainan Capit Boneka Perspektif Fatwa Majelis Ulama Indonesia Jember. Ma'mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 463-486.
Hosen, I. (1987). Apakah Judi Itu? Jakarta: Lembaga Kajian Ilmiah Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ).
Imani, K. F. (2006). Tafsir Nurul Quran. Al-Huda.
Istiawan, H., Khadafi, M., & Soelistyo, P. A. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Perlombaan Memancing Berhadiah Dengan Sistem Galatama. Journal of Fiqh in Contemporary Financial transactions, 15-28.
Kadir, M. A. (2004). Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Kusumo, D. N., Ramadhan, M. R., & Febrianti, S. (2023). Maraknya Judi Online Di Kalangan Masyarakat Kota Maupun Desa. Jurnal Perspektif, 225-232.
Mursalim, Salenda, K., Hasan, H., & Mera, N. (2023). Game Online di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Istiqra, 166-183.
Nawawi, I. (2012). Fikih Muamalah Klasik Dan Kontemporer Hukum Perjanjian, Ekonomi, Bisnis, Dan Sosial. Bogor: Ghalia Indonesia.
Olilingo, F. Z. (2017). Potensi Investasi Di Provinsi Gorontalo. Sleman: DEEPUBLISH.
Pangaribuan, M., & Nasution, M. A. (2022). Praktik Perlombaan Kicauan Burung. Jurnal El-Thawalib, 65-78.
Qardhawi, y. (2007). Halal Dan Haram Dalam Islam. Surakarta: Era Intermedia.
Rudiansyah, R. (2020). Telaah Gharar, Riba, dan Maisir dalam Perspektif Transaksi Ekonomi Islam. Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 98.
Soekanto, S. (1986). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fathul Khair, Muammar Hasri, Abdul Majid Suleman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.