Legal Analysis of the Monta District Expansion Plan in Bima Regency: A Regional Government Law Perspective

Authors

  • Syamsudin Syamsudin Department of Law, Faculty of Law and Business, Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Aman Ma’arij
  • andriadin andriadin Department of Law, Faculty of Law and Business, Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Erham Erham Department of Law, Faculty of Law and Business, Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Gufran Gufran Department of Law, Faculty of Law and Business, Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/ajmpi.v10i2.8625

Keywords:

Subdistrict Expansion, Local Government Law, Regional Autonomy, Legal Compliance, Public Participation.

Abstract

Subdistrict expansion serves as a strategic effort to enhance public service effectiveness and accelerate regional development, particularly in geographically extensive areas such as Monta Subdistrict, Bima Regency. This study aims to examine the legality of the proposed Monta District expansion within the framework of local government law and to identify key implementation challenges and strategic solutions. A normative legal research method is employed, using conceptual, statutory, and case-based approaches. The findings indicate that, administratively, the legal requirements for expansion have been fulfilled in accordance with Government Regulation No. 17 of 2018 and Article 221 of Law No. 23 of 2014. However, several deficiencies remain, including the lack of essential supporting documents such as academic manuscripts, technical assessments, approval from the Bima Regency DPRD, inclusive public participation, and institutional regulatory harmonization. This study recommends cross-sectoral coordination to expedite the expansion process and develop a comprehensive local legal framework. The findings contribute to the strengthening of regional governance in the context of decentralization and regional autonomy.

References

Aguswan, 2Abdul Mirad, 5Elly Nielwaty 3Wasiah Sufi, 4Dwi Herlinda, dan Universitas Lancang Kuning 1, 2, 3, 4, 5Fakultas Ilmu Administrasi. “Perwujudan Good governance Pasca Pemekaran Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru.†The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) 9, no. 1 (2023): 56–67. https://doi.org/10.52447/ijpa.v9i1.6894.

Ahmad Fadli, Ummu Harmain, Pinondang Nainggolan. “Analisis Kelayakan Pemekaran Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara.†Jurnal Regional Planning 7, no. 1 (2025): 38–48.

Ama, Jefrianus Tamo. “Tinjauan Yuridis Pemekaran Wilayah Daerah Provinsi Berkaitan Dengan Wacana Pemekaran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).†Media Hukum Indonesia 2, no. 5 (2025): 1–14.

Amin, Ash. “An institutionalist perspective on regional economic development.†Reading economic geography 1, no. 2 (2024): 48–58.

Badrudin, Rudy, dan Baldric Siregar. “The evaluation of the implementation of regional autonomy in Indonesia.†Economic Journal of Emerging Markets 7, no. 1 (2015): 1–11. https://doi.org/10.20885/ejem.vol7.iss1.art1.

Cohen, Isabelle. “Documenting Decentralization: Empirical Evidence on Administrative Unit Proliferation from Uganda.†The World Bank Economic Review 38, no. 4 (2024): 772–95. https://doi.org/10.1093/wber/lhae008.

Elsa Yolanda. “Dampak Pemekaran Wilayah Kecamatan Terhadap Pembangunan Infrastruktur Dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Di Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci†5, no. 2 (2023): 198.

Farida Romaito Pohan, Nur Rohmah Yulia Ningrum. “Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Dalam Permohonan Pemekaran Dusun Sarsangg Distrik Tanah Miring.†Jurnal Administrasi Karya Dharma 3, no. 1 (2024): 87–96.

Hasanah, Siti. “Penyelenggaran Urusan Pemerintahan Absolut Berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.†Al-Adl : Jurnal Hukum 17, no. 1 (2015): 220–33.

Hasil. “Wawancara dengan Wakil DPRD Kabupaten Bima.†In 29 April , Pukul 10.20 Wita, 2025.

Hastuti, Proborini. “Desentralisasi Fiskal Dan Stabilitas Politik Dalam Kerangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Indonesia.†Simposium Nasional Keuangan Negara 1, no. 1 (2018): 784–99.

Ishak, Deding. “Analisis Penataan Kecamatan Di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur.†TRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan, 2019, 183–98. https://doi.org/10.33701/jt.v8i2.619.

Kamaluddin. “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Melalui Alokasi Dana Desa Di Desa Wilamaci Kecamatan Monta Kabupaten Bima.†Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan 9, no. 1 (2022): 42–54. https://doi.org/10.59050/jkk.v9i1.93.

KEPENDUDUKAN, PEMEKARAN KECAMATAN BINA WIDYA KOTA PEKANBARU DALAM PENINGKATAN PELAYANAN, dan SKRIPSI. “PEMEKARAN KECAMATAN BINA WIDYA KOTA PEKANBARU DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KEPENDUDUKAN SKRIPSI†5 (2023): 1–14.

Kusnadi, Agus. “Perkembangan Poli?k Hukum Pemerintahan Desa Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.†PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) 2, no. 3 (2015): 564–80. https://doi.org/10.22304/pjih.v2n3.a8.

Miftah Ananta Yusren, Husni Jalil. “Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pemekaran Desa Ditinjau Dari Otonomi Daerah.†Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan 1, no. 2 (2022): 55–65.

Mohi, Fadliyanto, Hijrah Lahaling, dan Marwan Djafar. “Local Legal Instruments and the Challenge of Implementing Village Authority in Decentralized Indonesia.†Constitutional Law Review 4, no. 1 (2025): 1–14.

Mukhlis, Muhammad Mutawalli. “Regional Autonomy System: Delegation of Authority and Power of Regional Government in Indonesia in the Study of Fiqh Siyasah.†Al-Istinbath Jurnal Hukum Islam 9, no. 2 (2024): 505–26.

Rosidi, Ahmad, M Zainuddin, dan Ismi Arifiana. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research).†Journal Law and Government 2, no. 1 (2024): 46–58.

Sari, Riowa Melina, dan Dadang Mashur. “Strategi Percepatan Pergantian AdministrasiKependudukan Pasca Pemekaran Kecamatan DiKota Pekanbaru.†Jurnal Multilingual 3, no. 3 (2023): 330–49.

Sari, S W P, dan M Yarni. “Analisis Pengaturan Pemekaran Daerah Kabupaten Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan ….†Limbago: Journal of Constitutional Law 1, no. 1 (2021): 170–90.

Setiani, Indri. “Hubungan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah.†Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum 3, no. 1 (2024): 23–34. https://doi.org/10.59818/jps.v3i1.655.

Siregar, Tya Efrinamasya Sendhe, Ayu Pebrianti Ayu, Lia Ulvi Miranata Putri Lia, dan Novi Winarti Novi. “Komparasi daerah sukses dan gagal pasca pemekaran daerah (Studi kasus Desa Watu Omok dan Papua).†Journal of Government Science (GovSci) : Jurnal Ilmu Pemerintahan 5, no. 1 (2024): 26–40. https://doi.org/10.54144/govsci.v5i1.59.

Sudarmadi, Aditya. “Musrenbang RPJMD Kabupaten Bima Tahun 2021-2026.†Bappeda Provinsi NTB, 2021.

Suhardi, Muhammad. “The Role Of The Camat In The Era Of Regional Autonomy.†International Journal of Scientific Research 02, no. 01 (2025): 10–16. https://doi.org/10.62894/The.

Syuaib, Moh Rusli, dan Abd. Khalid Hs. Pandipa. “Implementasi Kebijakan Pemekaran Kecamatan dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Poso.†Jurnal Ilmiah Administratie 17, no. 1 (2021): 34–40.

Thamrin, Azlan. “Politik Hukum Otonomi Daerah Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Bidang Kesehatan.†Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam 4, no. 1 (2019): 33–51. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v4i1.130.

Zaenal Arifin, Drajat Wahyu Sasongko. “Makna Sentralisasi, Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Medebewin dalam Otonomi Daerah di Indonesia.†Advokasi Hukum & Demokrasi 2, no. 2 (2024): 117–27. https://doi.org/10.61234/ahd.v2i2.73.

Downloads

Additional Files

Published

2025-06-28

How to Cite

Syamsudin, S., Ma’arij, A., andriadin, andriadin, Erham, E., & Gufran, G. (2025). Legal Analysis of the Monta District Expansion Plan in Bima Regency: A Regional Government Law Perspective. Al-Adalah: Jurnal Hukum Dan Politik Islam, 10(2), 279–290. https://doi.org/10.30863/ajmpi.v10i2.8625

Issue

Section

Artikel