Menakar Tujuan Hukum dibalik Putusan MA No. 46 P/HUM/2018 Yang Pro Koruptor

Nurlindah Nurlindah* -  INTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BONE, Indonesia
A. Sugirman -  INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BONE
Rosita Rosita -  INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BONE

DOI : 10.35673/ajmpi.v4i2.412

In welcoming 2019 concurrent general elections, the General Election Commission issued PKPU No. 20 of 2018, one of which banned former convicts of corruption from becoming legislative candidates on the grounds that corruption is an extraordinary offense that is commonly practiced by legislators both individually and in congregation. The regulation is stated in Article 4 paragraph (3) PKPU No. 20 of 2018 concerning Nominations for Members of DPR, Provincial DPRD and Regency / City DPRD. However, the regulation was canceled with the issuance of Supreme Court decision No. 46 P / HUM / 2018. Based on this, the limitation of the problem of this research is how to measure the aspects of the legal objectives behind the decision No. 46 P / HUM / 2018 which are more pro-corrupt so that they can understand the judge's decidendi ratio in canceling the prohibition of ex-convicts from becoming legislators. This type of research is normative legal research with a statutory approach and conceptual approach. The theoretical basis in the presentation of research results is the theory of legal goals by Gustav Radbruch namely justice, certainty and usefulness which is compared with Islamic law. The results of this study indicate that the Supreme Court's consideration overturned PKPU No. 20 of 2018 because it is considered contrary to Article 240 of Law No. 7 of 2017 concerning General Elections and Article 12 of Law No. 12 of 2011 concerning Formation of Laws and Regulations. The Supreme Court's considerations in the a quo ruling contain the three legal objectives. However, it is more inclined to legal certainty, so it does not reflect the value of justice that lives in the community. The cause of not achieving the values of justice that live in the community in the a quo decision is because the basis for testing the regulation is Law No. 7 of 2017 concerning General Elections does not prohibit such matters, even though the nomination rules on the executive body namely the President and Vice President require that they do not have a bad track record. Likewise when viewed from Islamic law which requires legislative candidates called ahlul ahli wal aqdi must have a fair way which means having integrity and a good image in the society.

  1. Adjis, Chairil A dan Dudi Akasyah, Kriminologi Syariah Kritik Terhadap Sistem Rehabilitasi, (Cet. II) Lembaga Penulisan Kriminologi Indonesia, Jakarta.
  2. Ali, Achmad Ali, 2017, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicial prudence) (Cet. VII), Kencana, Jakarta.
  3. Arifiyanto, Muhammad Naufal, dkk, 2014, Anotasi Pemikiran Hukum dalam Perspektif Filsafat Hukum (Cet. I), Universitas Brawijaya Press, Malang.
  4. Badriyah, Siti Malikhatun, 2016, Sistem Penemuan Hukum dalam Masyarakat Prismatik (Cet. I): Sinar Grafika, Jakarta.
  5. Bentham, Jeremy, 2016, The Thepry of Legislation, Terj. Nurhadi, Teori Perundang-Undangan (Cet. IV) Nuansa Cendekia, Bandung
  6. Danil, Elwi, 2016, Korupsi: Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya, Cet. II. Rajawali Pers, Jakarta.
  7. Departemen Agama Republik Indonesia, 2014, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Cet. XI. Diponegoro, Bandung.
  8. Hidayat, Enang, 2016, Jihad Melawan Korupsi, Cet. I. PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
  9. Indonesia Coruption Watch, 2018, “Larangan Mantan Terpidana Korupsi menjadi Caleg Tahun 2019” ICW, Jakarta.
  10. Manan, Abdul, 2018, Perbandingan Politik Hukum Islam dan Barat (Cet. II), Kencana, Jakarta
  11. Marzuki, Peter Mahmud, 2017, Pengantar Ilmu Hukum, (Cet. X) Kencana, Jakarat.
  12. Nuzil, Ahmad Shofin, 2014, Telaah Yuridis dan Normatif Terhadap Pidana Korupsi, CV. Garuda Mas Sejahtera, Surabaya.
  13. Prijambodo, Santhos Wachjoe, 2018, Bunga Rampai Hukum dan Filsafat di Indonesia: Sebuah Catatan Pemikiran (Cet. I), Deepublish, Yogyakarta.
  14. Soerjowinoto, Petrus, 2017, Pengantar Ilmu Hukum, CV. Garuda Sejahtera, Surabaya.
  15. Sudirman, Antonius, 2007, Hati Nurani Hakim dan Putusannya (Cet. I), PT Citra Aditya Bakti, Bandung.
  16. Syamsudin, M, 2015, Konstruksi Baru Budaya Hukum Hakim (Cet. II), Kencana, Jakarta.
  17. Wiyanto, Roni, (2014), Penegakan Hukum Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. Cet. I. Mandar Maju, Bandung
  18. Skripsi, Tesis, Disertaasi
  19. Mustofa, Arifin Ali, 2017, “Tinjauan Asas Keadilan, Kepastian Hukum dan Kemanfaatan dalam Putusan Hakim pada Perkara Perdata”, Skripsi Fakultas Syarian, IAIN Surakarta, Surakarta.
  20. Saleh, Muhammad dan Dimas Firdausy Hunafa, “Pemilu Berintegritas: Menggagas Pencabutan Hak Politik Bagi Narapidana Tindak Pidana Korupsi yang Dipilih Melalui Pemilihan Umum”, Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, Vol. IV, No. III, 2018, hal. 1082-1083.
  21. Jurnal
  22. Nawawi, Jumriani, Irfan Amir, dan Muljan, “Problematika Gagasan Larangan Mantan Napi Korupsi Menjadi Calon Anggota Legislatif,” Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, Vol.3 No.2, 2019.
  23. Soliha, Ratnia, “Pelaksanaan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Pasca Pemilu 2014: Permasalahan dan Upaya Mengatasinya”, Gosmov, Vol. II, No. 2, 2016.
  24. Tarihoran, Adlan Sanur dan Andriko, “Filsafat Politik Islam tentang Kedudukan Mantan Narapidana Menjadi Anggota Legislatif”, Alhurriyah: Jurnal Hukum Islam, Vol. III, No. I, Januari-Juni 2018.
  25. Internet
  26. Ahmad Islamy Jamil, inews.id “Mahkamah Agung Bolehkan Eks Napi Korupsi Nyaleg, Ini Kata Bawaslu” Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/mahkamah-agung-bolehkan-eks-napi-korupsi-nyaleg-ini-kata-bawas-lu, diakses 14 September 2018.
  27. Christian Simbolon, Idn Times.com, “Pro-Kontra Larangan Napi Koruptor Nyaleg”, https: //www.idntimes.com/christian-simbolon/pro-kontra-larangan-napi-koruptor-jadi-calon-legislatif, Diakses 19 April 2018.
  28. Eva Mazrieva, Voa Indonesia,com “Soal Mantan Napi Koruptor Boleh Nyaleg, MA Tegaskan Komitmen pada Pemberantasan Korupsi” Sumber: https://www.voaindonesia.com/a/soal-mantan-napi-koruptor-boleh-nyaleg-ma-tegaskan-komitmen-pada-pemberantasan-korupsi/4574441.html, diakses 17 September 2018.
  29. Fiddy Anggriawan, Okezone.com, “Yusril: Larangan Berpolitik bagi Koruptor Perlu Putusan Pengadilan”, sumber: https://news.okezone.com/read/2013/04/15/339/791991/yusril-larangan-berpolitik-bagi-koruptor-perlu-putusan-pengadilan, diakses 16 April 2019
  30. Iksan Fauzi, Tribun News, “220 Anggota DPR/DPRD Terindikasi Korupsi, Masih Mau Pilih Caleg? Ini Pesan KPK”, Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2018/09/14/220-anggota-dprdprd-terindikasi-korupsi-masih-mau-pilih-caleg-ini-pesan-kpk, 14 September 2018.
  31. Karta Raharja Ucu, republika.co.id “Putusan MA dan Nalar Anti Korupsi”, https://www.republika.co.id/berita/kolom/wacana/18/09/25/pfm9cn282-putusan-ma-dan-nalar-antikorupsi, diakses 26 September 2018.
  32. Komisi Pemberantasan Korupsi, “Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Profesi, 2004-2018”, dalam https://lokadata.beritaga.id, 20 Mei 2019.
  33. __________________________, “Jumlah Penanganan Tindak Pidana Korupsi Oleh KPK, 2004-2018”, dalam https://lokadata.beritaga.id diakses pada 20 Mei 2019.
  34. Mohamad Aunurrohim, “Keadilan, Kepastian dan Kemanfaatan Hukum di Indonesia”, dalam https://www.academia.edu, diakses 19 Februari 2019.
  35. Nasuha Nasution, Tribun Pekanbaru.com “Masyarakat Lebih Setuju Mantan Narapidana Tidak jadi Caleg”, Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/2018/09/14/masyarakat-lebih-setuju-mantan-narapidana-tidak-jadi-caleg, diakses 23 Mei 2019.
  36. Nurhadi Sucahyo, Voaindonesia.com “Caleg Koruptor: Moral Atas Ketentuan Hukum”, Sumber: https://www.voaindonesia.com/a/caleg-koruptor-moral-di-atas-ketentuan-hukum-/4558568.html, 5 Septem-ber 2018.
  37. Raka Dwi Novianto, Sindonews.com, “Alasan KPK Dukung Peraturan KPU Larang Eks Koruptor Nyaleg” Sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1318329/13/alasan-kpk-dukung-peraturan-kpu-larang-eks-koruptor-nyaleg-1530557299, 3 Juli 2018.
  38. Reporter BBC Indonesian, “Mahkamah Agung Bolehkan Eks Koruptor menjadi Caleg” sumber: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45526255 , diakses14 September 2018.
  39. Reporter Jawapos.com “Ketika Mahkamah Agung Beri Karpet Merah untuk Mantan Koruptor” Sumber: https://www.jawapos.com/nasional/pemilihan/16/09/2018/ketika-mahkamah-agung-beri-karpet-merah-un-tuk-man-tan-koruptor/, diakses 16 September 2018.
  40. Reporter Koran Sulindo, “Politikus Golkar Tolak Aturan KPU Larang Mantan Napi Nyaleg” Sumber : https://koransulindo.com/politikus-golkar-tolak-aturan-kpu-larang-mantan-napi-nyaleg/, 29 Mei 2018.
  41. Riza Harahap, Antaranews.com “Bawaslu: Putusan MA dapat Akhiri Polemik PKPU”, Sumber: https://sulteng.antaranews.com/nasional/berita/745048/bawaslu-putusan-ma-dapat-akhiri-polemik- pkpu? utm_sour ce=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campai-gn=antaranews, Diakses 4 September 2018.
  42. Thintowi Jauhari, Solopos.com, “Integritas Calon Anggota Legislatif” (Liputan), Sumber: https://news.solopos.com/read/20181104/525/950516/integritas-calon-anggota-legislatif, diakses 1 November 2018.
  43. Vindry Florentin, Tempo.Com, “ICW Dorong Pembentukan UU Larang Eks Napi Korupsi jadi Caleg”, Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1130148/icw-dorong-pembentukan-uu-larang-eks-napi-korupsi-jadi-caleg, 26 September 2018.
  44. Peraturan Perundang-undangan
  45. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945
  46. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 No 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).
  47. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076).
  48. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5226).
  49. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234).
  50. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negam Republik Indonesi,A Nomor 6109).
  51. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.
  52. Putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/HUM/2018 terkait Uji Materiil PKPU No. 20 Tahun 2018, Pasal 4 ayat (3), Pasal 11 ayat (1) huruf d, dan Lampiran Model B. 3 Pakta Integritas Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota, 13 September 2018.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-08-20
Published: 2019-10-10
Section: Artikel
Article Statistics: 217 209