PERANAN PERADILAN AGAMA DALAM PERTUMBUHAN DAN DINAMIKA HUKUM KEWARISAN DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i2.921Abstract
Abstract
This study examines the role of religious courts in the construction of Islamic inheritance law. Its urgency is to open the dimensions of birth and the growth of inheritance law in the development period of religious courts. In addition, it opens up concrete reasons for the existence of the inheritance law bill that has yet to reach a climax. The methodology in this study is a narrative literature study, with a historical approach by observing juridical aspects in the growth of inheritance law.
The findings in this study show that Islamic law existed since the era of the sultanate and was used as an applied law in society, including inheritance law that has been embedded in Islamic law. The authority of the religious judiciary in the field of inheritance became disoriented when the colonialists entered the colonies by applying the receptiveness theory as outlined in the form of the Staatsblad. The climax of the authority of the religious courts is the unification of the judiciary (one roof system) and its independence as the executor of judicial power. The challenge for religious courts in the field of inheritance is the unavailability of material law and the inheritance law bill which creates uncertainty.
Keywords: Dynamics; Inheritance law; Religious Courts.
References
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo, 1992.
Ali, M. Daud. Asas-asas Hukum Islam. Jakarta: Rajawali Press, 1986.
Ahmad, Amrullah. Prospek Hukum Islam dalam Kerangka Pembangunan Hukum Nasional di Indonesia, Sebuah Kenangan 65 Tahun Bustanul Arifin. Jakarta: Ikaha Jakarta, 1994.
Bisri, Cik Hasan. Peradilan Islam dalam Tatanan Masyarakat Indonesia. Cet. Bandung : Renaja Rosdakarya, 1997.
Derobi, Muhammad. Analisis UU No. 7 Tahun 1989, UU No. 3 Tahun 2006 dan UU No. 50 Tahun 2009. Makalah UIN Syarif Hidayatullah, Jumat 24 Mei 2013.
Daulay, Sayuruddin. Positivisasi Hukum Islam di Indonesia dalam Perspektif Politik Hukum (AnalisaTerhadap Hukum Perkawinan). Medan: Tesis Program Pasca Sarjana UMSU, 2006.
Fahimah, Iim. Sejarah Perkembangan Hukum Waris di Indonesia. Jurnal Nuansa Vol. XI, No. 2, Desember 2018.
Hamimi, Taufiq. Ikhtisar Sejarah Peradilan Agama di Indonesia. Mimbar Hukum, No. 59 Thn. XIV, 2003.
Hazairin. Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: Tintamas, 1981.
Irsyad, Syamsuhadi. Eksistensi Peradilan Agama Pasca UU. No. 3 Tahun 2006. Medan: Makalah dalam Acara Sosialisasi UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, pada tanggal 22-23 Desember 2006.
Ibrahim, Malik. Peradilan Agama di Era Orde Baru dan Reformasi Suatu Studi Perbandingan. Jurnal: Supremasi Hukum Vol. 4, No. 2, Desember 2015.
Jamil, Jamal. Peradilan Agama di Indonesia Historya of Existence. Jurnal Al-Qada’u: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, Vol. 5 No. 1 Juni 2018.
Jaspan, M.A. Mencari Hukum Baru Sinkretisme Hukum di Indonesia yang Membingungkan, dalam Mulyana W. Kusumah (ed), Hukum Politik dan Perubahan Sosial. Jakarta: Yayasan Lembaga Bantuan HUkum Indonesia, 1988.
Kementerian Agama RI. Problematikan Hukum Kewarisan Islam Kontemporer di Indonesia. Cet. I; Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan Keagamaan, 2012.
Noer, Daliar. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. London: KL: 1973.
Nuzul, Andi. Sistem Hukum Kewarisan Bilateral Hazairin dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Hukum Kewarisan di Indonesia. Cet. I; Yogyakarta: Trussmedia Grafika, 2018.
Ramly, Mohd. Abdu A. Kedudukan Peradilan Agama dalam Sistem Hukum Nasional (Akar, Sejarah, dan Perkembangannya). Jakarta: Jurnal: Mimbar Hukum No. 59/2003.
Rasyid, Chatib. Eksistensi Peradilan Agama Pasca UU No. 3 Tahun 2006. Medan: Makalah dalam Kuliah Umum Acara Peresmian/pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Magister Ilmu Hukum UMSU, 2007.
Rosyadi, A. Rahmad dan M. Rais Ahma. Formaolasi Syari’at Islam dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia. Bogor : Ghalia Indonesia, 2006.
Rahardjo, Satjipto. Pengadilan Agama Sebagai Pengadilan Keluarga, dalam Amrullah et.al. (ed), Prospek Hukum Islam dalam Kerangka Pembangunan Hukum Nasioal di Indonesia. Jakarta: PP. IKAHA, 1994.
Ash-Shiddieqy, Hasbi. Fiqhul Mawaris. Jakarta: Bulan Bintang, 1973.
Saekan dan Erniati Effendi. Sejarah Penyusunan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Surabaya : Arkola, 1997.
Sjadzali, Munawir. Dari Lembah Kemiskinan, dalam Muhammad Wahyuni Navis (ed.), Kontektualisasi Ajaran Islam. Jakarta: Paramadina, 1995.
Taufiq, H. Prospek Peradilan Agama. Makassar: Makalah Seminar Nasional dan Kongres I Forum Mahasiswa Syari'ah Se Indonesia, 1996.
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan RI Tahun 1945
Undang-Undang No. 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.
Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama
Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman
Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-Undangan
Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama
Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
Undang-Undang No. 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama
UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-Undangan
Wignyodipoero, Soeroyo. Pengantar dan asas-Asas Hukum Adat. Jakarta: Gunung Agung 1995.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

