KHURUJ DAN KEHARMONISAN KELUARGA JAMAAH TABLIGH DI KABUPATEN BONE
DOI:
https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i1.579Abstract
This study aims to determine the attitude of the Tablighh Jamaat when leaving the family (khuruj) on the rights and obligations in the household in building harmony in the Tablighi Jama'ah family in Bone Regency. This research is important. that the life of the followers of Tablighh is rife with followers and that not a few families who join the Tabligh congregation cause ripples of family disharmony in Bone district. Field research methods using the sociology approach and normative theological approach.
The results in the field were found that there were three attitudes that first the family did not fully accept meaning completely unwilling if Khuruj had to be left by the head of his family or her husband who in fact this family ended in divorce, while the second the family did not fully accept, when leaving a ripple arose disputes within his family, as well as when the head of his family returned home to accept but was forced to live in ambiguous two choices to survive by always causing disputes in the family, while the three families fully accept this, solely world affairs are no longer important but world life is a temporary stopover , all lillahitaala.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap Jamaah Tablighh ketika meninggalkan keluarga (khuruj) akan hak dan kewajiban dalam rumah tangga di dalam membangun keharmonisan keluarga Jama’ah tabligh di Kabupaten Bone. Penelitian ini penting. bahwa kehidupan jamaah tablighh marak pengikutnya dan tidak sedikit keluarga yang bergabung dalam jamaah tabligh menimbulkan riak disharmonisasi keluarga di kabupaten Bone. Metode penelitian field research dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan pendekatan teologis normatif.
Hasil di lapangan ditemukan ada tiga hal sikap bahwa pertama Keluarga tidak menerima sepenuhnya artinya benar-benar tidak rela jika harus ditinggal Khuruj oleh kepala keluarganya ataupun suaminya yang pada kenyataannya keluarga ini berakhir dengan perceraian, sedangkan yang kedua keluarga menerima tidak sepenuhnya, ketika ditinggal timbul riak perselisihan dalam keluarganya, begitupun saat kembali kepala keluarganya ke rumah menerima namun terpaksa hidup dalam ambigu dua pilihan bertahan dengan selalu menimbulkan percekcokan dalam keluarga, sementara Ketiga keluarga  menerima sepenuhnya ini, semata-mata urusan dunia bukan lagi hal penting akan tetapi kehidupan dunia adalah persinggahan sementara, semuanya lillahitaala.References
Beni Ahmad Saebani, Fighi Munakahat 1. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia. 2001
AF, Hasanuddin. Perkawinan dalam Perspektif Al-Qur;an, Jakarta: Nusantara Damai Pers,.2011
As-Sribuny, Abdurrahman Ahmad, Kupas Tuntas Jama’ah Tabligh, Cerebon: Pustaka ,2012
Nabawi, Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqh Islam wa adillatuhu Terj. Abdul Hayyie al-kattani, Jakarta: Gema Insani,.2011
An Nadr M. Ishaq, Khuruj Fisabillah : sarana Tarbiya Ummah Untuk Membentuk SIfat Imaniyah, Bandung : Al Islah Press, 2012
As-Subki,. Fiqh Keluarga (Pedoman berkeluarga dalam Islam) (2010), Cet. I; Jakarta:2010
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemah (Semarang: CV Alwaah, Sinar Grafika Offset, 1989
Ahmad, Haidlor Ali. Respon Pemerintah Ormas dan Masyarakat Terhadap Aliran Keagamaan di Indonesia, Jakarta:.2007
Hasan, M. Ali. Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam, Cet. I, Jakarta: Prenada Media, 2003
Ilamuddin, Haryu. PsikologiPendidikan. Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012
Mardani, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
Nadwi, Ali. Riwayat Hidup dan Usaha Dakwah Maulana M. Ilyas, Yogyakarta: As-Shaffi, 1999
Nata Abuddin,. Metodologi Studi Islam, Cet. IV; Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2012
Rofiq Ahmad, Hukum Perdata Islam di Indonesia (Cet. I; Jakarta: PT.Raja Grafika,.2013
Rasmianto, Paradigma Pendidikan dan Dakwah Jamaah Tablig, Malang :UIN Maliki Press, 2011.
Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Cet I; Jakarta: Pranada Media, 2006
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2014
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

