KONSELING DALAM PERSPEKTIF ISLAM: INTEGRASI NILAI-NILAI ETIKA ISLAM DALAM PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA
DOI:
https://doi.org/10.30863/as-hki.v8i1.12080Keywords:
Family Counseling; Islamic Counseling; Islamic Ethics; Marital Conflict.Abstract
This study aims to analyze the integration of Islamic ethical values into counseling as an approach to resolving marital conflicts. The research employs a normative literature study method by examining various sources related to Islamic counseling, Islamic ethics, and family conflict. The findings indicate that Islamic counseling serves not only as a psychological assistance process but also as a means of spiritual and moral guidance grounded in Islamic teachings. Ethical values such as honesty, trustworthiness, justice, patience, compassion, responsibility, and consultation (shūrā) constitute the primary principles in helping couples understand the roots of conflict, regulate emotions, improve communication, and reach fair and constructive solutions. The integration of these values makes Islamic counseling more comprehensive, as it focuses not only on conflict resolution but also on fostering harmonious and sustainable family relationships. Therefore, Islamic counseling plays a strategic role in strengthening family resilience and promoting household harmony.
References
Adiansyah, A., Saputra, R., Gafallo, M. F. Y., Widiatmaka, P., Akbar, T., & Putra, H. (2026). Internalisasi etika komunikasi Islam dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren: Studi literatur konseptual. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 9(1).
Akifah, N., & Adami, F. F. (2025). Akhlak, moral dan etika perspektif Islam. At-Tazakki, 9(1), 27–40.
Ardian, M., Safitri, N., & Khotimah, K. (2024). Kurangnya komunikasi dalam keluarga: Faktor, dampak, dan solusi. PUBLIK: Publikasi Layanan Bimbingan dan Konseling Islam, 3(2), 81–91.
Azhara, S., & Irsyadunnas. (2024). Menguak kearifan Islam: Integrasi-interkoneksi etika bimbingan dan konseling berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Hudan Lin Naas, 5(1), 41–54.
Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2025). 399 ribu kasus perceraian di 2024, BPHN dorong budaya dialog dan mediasi keluarga. Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Gemilang, Kemas Muhammad., Siregar, R. S., Fu’adah, P. Z., Siregar, N. S., Putri, R. A., & Azzahirah, S. (2025). Manajemen konflik dalam keluarga Muslim: Studi pendekatan konseling dalam mengatasi perceraian di Indonesia. Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan, 10(3), 291–308.
Gemilang, Kemas Muhammad., Siregar, R. S., Fuadah, P. Z., Siregar, N. S., Putri, R. A., & Azzahirah, S. (2025). Manajemen konflik dalam keluarga Muslim: Studi pendekatan konseling dalam mengatasi perceraian di Indonesia. Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan, 10(4), 291.
Hoslih, F. R. M., Ardela, T. E. N., Widyadhana, M. R., Assalam, M., & Ghozali, I. (2025). Hubungan etika, moral, dan akhlak dalam perspektif Islam: Implikasi bagi kehidupan sosial Muslim. Jurnal Studi Islam dan Hukum Syariah, 3(2), 403–408. https://doi.org/10.3342/jursih.v3i2.264
Hasri, Muammar, Erzi Aurelia Maharani, dan Mustafa M.h. “Memaknai Pribahasa Bugis €Œmakkalu Dapureng Wekka Pitu†Dalam Hukum Islam.” AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan 7, no. 1 (2025): 101–13. https://doi.org/10.30863/as-hki.v7i1.8495.
Jumas, A. F. A., Subhi, M. R., & Mufidah, E. (2026). Urgensi konseling keluarga dalam mewujudkan ketahanan keluarga: Studi perspektif hukum keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Inovasi Global, 4(2), 172–183. doi: 10.58344/jig.v4i2.505
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Safitri, A. H., Putri, C. R., Ningsih, K. P., Edith, I. R., & Lestari, W. (2025). Kode etik profesi bimbingan dan konseling. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora.
Sari, R. K. (2021). Penelitian kepustakaan dalam penelitian pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia. Jurnal Borneo Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.35334/borneo_humaniora.v4i2.2249
Septiani, A. L., & Achdiani, Y. (2026). Manajemen konflik dalam keluarga sebagai upaya mewujudkan keharmonisan rumah tangga. Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan, 2(4), 1314–1317.
Subhi, M. R., & Sunyoto. (2025). Peran bimbingan dan konseling Islam dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(1), 72–82.
Tasya, Ginting, E., & Astrid, G. (2026). Pola komunikasi pasangan suami-istri dalam mengelola konflik ekonomi pada keluarga tanpa penghasilan tetap. Komunikasi: Jurnal Komunikasi, 17(1), 22–30.
Termizi, A., & Supratama, R. (2025). Pemikiran Islam tentang etika dan moral dalam kehidupan sosial: Telaah konseptual. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam, 3(1), 638–643.
W. Desnita, Zatrahadi, M. F., & Miftahuddin, M. “Konseling Keluarga Islami dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga”. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), (2026).
Yustanto, G. D., Sadewa, A. V., Saputra, A. E., Putri, A. C., Claudia, S. C., Candra, A., & Nurrohim, A. (2024). Etika bisnis dalam Islam: Pedoman sukses dengan kejujuran dan keadilan. TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah, 1(2), 192–200.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Sylviah Sylviah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

