Makkammisi Versus Majjuma’ studi pendidikan agama Islam atas masyarakat Bugis Desa Bana Kec. Bontocani Kab. Bone.

Marhama Marhama* -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia
Ridhwan Ridhwan -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia
Fatimah Fatimah -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI : 10.30863/aqym.v6i2.5341

Artikel ini membahas terkait Makkammisi Versus Majjuma’ studi pendidikan agama Islam atas masyarakat Bugis Desa Bana Kec. Bontocani Kab. Bone. penelitian ini menggunakan pendekatan historis, sosiologis, psikologis serta pedagogik dalam mengkaji asal mula kegiatan Makkammisi juga melihat bagaimana perkembangan serta kontribusi kegiatan Makkamisi dan Majjuma’ pada pendidikan agama Islam masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Makkammisi dan Majjuma’ adalah sama-sama wadah bagi masyarakat Bugis dalam mendapatkan ilmu agama Islam, tentunya mempunyai hukum yang berbeda yaitu Majjuma’ atau salat Jum’at di wajibkan kepada seluruh kaum Muslim dan diperintahkan langsung oleh Allah melalui al-Qur’an. Sedangkan Makkammisi atau pengajian yang dikhususkan oleh  perempuan merupakan wadah yang dikembangkan oleh ulama terdahulu yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi. Dimana kajian untuk perempuan diminta langsung oleh kaum perempuan kepada Nabi sebagaimana laki-laki yang mendapatkan ilmu pengetahuan dan bebas dalam bertemu Nabi saw. Maka Nabi memberikan satu hari khusus untuk perempuan. Maka itulah rujukan bahwa perempuan juga diberikan ruang untuk menuntut ilmu sejak masa nabi saw.Makkammisi yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masayarakat Bugis Desa Bana, Kec. Bontocani, Kabupaten Bone patut dipertahankan dan diberikan apresiasi karena kegiatan Makkammisi ini tanpa di sadari sudah ada sejak zaman nabi dan dinyatakan dalam hadis nabi saw. penelitian ini penting untuk dikaji sebagaiamana perekembangan ilmu pengetahuan dan juga harus melirik  wadah pendidikan agama Islam yang sudah lama agar tidak tenggelam.

Supplement Files

  1. Alimni, & Hamdani. (2021). Peran Perempuan dalam Dunia Pendidikan pada Masa Rasulullah SAW. Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 3(1), 53–62. http://dx.doi.org/10.29300/.v3i2.5683
  2. Amir Hamzah. (2019). Metode Penelitian Kualitatif: Rekontruksi Pemikiran Dasar serta Contoh Penerapan pada Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora.
  3. AZ, S. (2020). Pendidikan Perempuan Sebelum Islam. Tahdzib Al Akhlaq, 2(6), 123–133. https://uia.e-journal.id/Tahdzib/article/download/1149/665
  4. Fatmawati. (2023). Wawancara.
  5. Haq, A. F. (2020). Gender dan Emansipasi Perempuan dalam Pendidikan Islam. Kuttab, 4(1). https://doi.org/10.30736/ktb.v4i1.100
  6. Hasbi, M. R. (2012). Paradigma Shalat Jum’at dalam Hadits Nabi. Jurnal Ushuluddin, 18(1), 70–84.
  7. Hasibuan, M. (2018). Tata Cara Sholat Jum’At. Al-Razi (Jurnal Ilmu Pengetauan Dan Kemasyarakatan), 1–13.
  8. Ismail. (2022). Perkembangan Pendidikan Islam masa Awal di Sulawesi. Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(2), 1–6. https://doi.org/10.57251/hij.v2i2.769
  9. Al-Ju’fī, M. bin I. bin ‘Abdullāh al-B. (n.d.). Ṣaḥih Bukhāri (Ver. 2.2.1, http://www.shamela.ws.).
  10. Kementrian Agama RI. (2013). Al-Qur’an dan Terjemahnya.
  11. Khasanah, W. (2021). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam. Jurnal Riset Agama, 1(2), 296–307. https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14568
  12. Marlina. (2023). Wawancara.
  13. Muhammad Ridhwan. (2021). Wawasan Keislaman Penguatan Diskursus Keislaman Kontenporer untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum.
  14. Muhammad Ruslan, dkk. (2007). Ulama Sulawesi Selatan; Biografi Pendidikan dan Dakwah (Cet. I; Makassar: Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Sulawesi Selatan.
  15. Mukjizah, D. (2023). Mahkota Sejarah: Jejak Pendidikan Islam di Sulawesi pada Masa Awal. Aleph, 87(1,2), 149–200. https://repositorio.ufsc.br/xmlui/bitstream/handle/123456789/167638/341506.pdf?sequence=1&isAllowed=y%0Ahttps://repositorio.ufsm.br/bitstream/handle/1/8314/LOEBLEIN%2C LUCINEIA CARLA.pdf?sequence=1&isAllowed=y%0Ahttps://antigo.mdr.gov.br/saneamento/proees
  16. Muri Yusuf. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan Penelitian Gabungan.
  17. Nurhafida. (n.d.). wawancara.
  18. Permana Octoferzi. (2020). Sejarah Pendidikan Islam Perempuan dari Masa Klasik, sebelum dan sesudah Kemerdekaan Indonesia. Bussiness Law Binus, 7(2), 33–48. http://repository.radenintan.ac.id/11375/1/PERPUS PUSAT.pdf%0Ahttp://business-law.binus.ac.id/2015/10/08/pariwisata-syariah/%0Ahttps://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better-mfi-results%0Ahttps://journal.uir.ac.id/index.php/kiat/article/view/8839
  19. Rahmatullah. (2023). Wawancara.
  20. Ridhwan, & Nuzul, A. (2021). The Petta Kalie’s Contribution in the development of islamic law during the kingdom of bone. Samarah, 5(1), 64–87. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i1.8977
  21. Sahed, N. (2020). Geneologi Pendidikan Perempuan Dalam Islam: Mengurai Akar Sosial-Historis. El-Tarbawi, 13(1), 23–44. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol13.iss1.art2
  22. Syamsul Nizar. (2018). PENDIDIKAN PEREMPUAN: Kajian Sejarah yang Terabaikan Oleh: Samsul Nizar ∗. Sejarah Dan Budaya, 12(1), 1–18.
  23. Syarifah Rahmah. (2021). Pendidikan Bagi Perempuan. In Jurnal Perempuan.
  24. Takwin. (2023). wawancara.
  25. Umrati, & Wijaya, H. (2020). Analisis Data Kualitatif Teori Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. Sekolah Tinggi Teologia Jaffray, August, 8–10.

Full Text: Supp. File(s):
Makkammisi Versus Majjuma’ studi pendidikan agama Islam atas masyarakat Bugis Desa Bana Kec. Bontocani Kab. Bone
Subject hasil cek plagiasi
Type Other
  Download (2MB)    Indexing metadata
Article Info
Submitted: 2023-10-09
Published: 2023-12-02
Section: Articles
Article Statistics: 60 46