REKONSTRUKSI HUKUM WARIS ISLAM (Telaah Atas Pemikiran Muḥammad SyaḥrÅ«r Terhadap QS al-NisÄ’/4:11 Tentang Pembagian warisan Anak Laki-laki dan Perempuan)
DOI:
https://doi.org/10.30863/alkharaj.v2i1.2786Kata Kunci:
Pemikiran, Muḥammad Syaḥrūr, Pembagian WarisanAbstrak
Abstract
This study aims to examine Muḥammad SyaḥrÅ«r's thoughts on QS al-NisÄ/4:11 about the division of inheritance for boys and girls. This research is a qualitative research using a multidisciplinary approach or a comprehensive approach, but because the study leads to Muḥammad SyaḥrÅ«r's legal thinking regarding inheritance, the emphasis is specifically on the Islamic Law approach which is then supported by several other disciplines, including the interpretive, historical, sociological approaches. , juridical, and hermeneutics. SyaḥrÅ«r's thoughts on inheritance, show several important findings: First, there are three principles of inheritance law limitations which are explained as limits that have been set by Allah and also do not go outside the limits in the inheritance verses; Second, the theory of udÅ«d SyaḥrÅ«r has implications for the collapse of the old view that parts of inheritance cannot be changed at all. However, Muḥammad SyaḥrÅ«r's findings are just the opposite, that these parts can change and are dynamic; Third, another uniqueness of SyaḥrÅ«r's thinking is when he reconstructs Islamic inheritance law which is carried out by getting out of the entanglement of literal texts of Islamic teachings to find contextual inheritance law.
Â
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemikiran Muḥammad SyaḥrÅ«r terhadap QS al-NisÄ/4:11 tentang pembagian waris anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan multidispliner atau pendekatan komprehensif, tetapi karena kajiannya mengarah kepada pemikiran hukum Muḥammad SyaḥrÅ«r mengenai kewarisan, maka penekanannya terkhusus kepada pendekatan Islamic Law yang kemudian ditunjang dengan beberapa disiplin ilmu lainnya, di antaranya yaitu pendekatan tafsir, historis, sosiologis, yuridis, dan hermeneutika. Pemikiran SyaḥrÅ«r mengenai kewarisan, menunjukkan beberapa temuan penting: Pertama, ada tiga prinsip batasan hukum waris yang dijelaskan merupakan batasan yang telah di tetapkan oleh Allah dan juga tidak keluar dari batasan dalam ayat-ayat waris; Kedua, teori ḥudÅ«d SyaḥrÅ«r berimplikasi pada runtuhnya pandangan lama bahwa bagian-bagian waris sama sekali tidak bisa diubah. Namun, temuan Muḥammad SyaḥrÅ«r justru sebaliknya, bahwa bagian-bagian itu bisa saja berubah dan bersifat dinamis; Ketiga, keunikan lain dari pemikiran SyaḥrÅ«r yaitu ketika ia merekontruksi hukum waris Islam yang dilakukan dengan keluar dari jeratan teks-teks literal ajaran Islam untuk menemukan hukum waris yang kontekstual.
Â
Referensi
Bunyamin. Teknik Interpretasi Historis dalam Penafsiran al-Qur’an: Implementasi Terhadap Ayat-ayat Jihad. Watampone: Luqman al-Hakim Press, 2013.
Derrida, Jacques. Dekonstruksi Spiritual: Merayakan Ragam Wajah Spiritual. Yogyakarta: Jalasutra, 2002.
Ichwan, Moch. Nur. Meretas Kesarjanaan Kritis al-Qur’an: Teori Hermeneutika Naá¹£r ḤÄmid AbÅ« Zaid. Bandung: Teraju, 2003.
Mustautina, Inayatul. al-KitÄb wa al-Qur’an: QirÄ’ah Mu’Äá¹£irah (studi analisis pandangan Muḥammad SyaḥrÅ«r terhadap konsep pakaian), (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Vol. 3 No. 1, 2020.
Razi, Fahrur. “Wasiat dan Waris dalam al-Qur’Än: Perspektif Muḥammad SyaḥrÅ«râ€. Tesis, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2007.
Rozi, Yahya Fathur. “Dunia Kehilangan Pemikir Islam: Muhammad Shahrour Meninggal Duniaâ€, dalam https://ibtimes.id/dunia-kehilangan-pemikir-islam-muhammad-shahrour-meninggal-dunia/, diunduh pada 04 November 2021.
SyaḥrÅ«r, Muḥammad. al-KitÄb wa al-Qur’an QirÄ’ah Mu’Äá¹£irah. Damaskus: al-AhÄlÄ« al-ṬabÄ‘ah wa al-Nasyr wa al-Tauzī‘, 1990, terj. Prinsip dan Dasar Hermeneutika Hukum Islam Kontemporer. Cet. 5; Yogyakarta: elSAQ Press, 2012.
SyaḥrÅ«r, Muḥammad. DirÄsat IslÄmiyyah Mu’Äá¹£irah: Naḥwa Uṣūl JadÄ«dah li al-Fiqh al-IslÄmÄ«: Fiqh al-Mar’ah. Damaskus: al-AhÄlÄ«, 2000.
SyahrÅ«r, Muḥammad. Naḥwa Uṣūl JadÄ«dah Li al-fiqh al-IslÄmÄ«: Fiqh al-Mar’ah. Damaskus: al-Ahali li al-Ṭiba’ah wa al-Nasyr wa al-tawzi’, 2000 diterjemahkan oleh Muhammad Sahiron Syamsuddin dan Burhanuddin, dengan judul Metodologi Fikih Islam Kontemporer. Cet. 6; Yogyakarta: eLSAQ Press, 2004.
SyaḥrÅ«r, Muḥammad. TajfÄ«f ManÄbi’ al-IrhÄb. Format Pdf. Damaskus: al-AhÄlÄ«, 2008.
Syamsuddin, Sahiron. “Metode Intratekstualitas Muḥammad SyaḥrÅ«r dalam Penafsiran al-Qur’Änâ€, dalam Studi al-Qur’Än Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002.
al-SyawwÄf, Mahami Munir Muḥammad Ṭahir. TahÄfut al-QirÄ’ah al-Mu’Äá¹£irahâ€. Cyprus, al-SyawwÄf li al-Nasyr wa al-DirÄsah, 1993.
al-UṡaimÄ«n, Muḥammad ibn á¹¢Äliḥ. Mukhtaá¹£ar MugnÄ« al-LabÄ«b ‘an Kutub al-A’ÄrÄ«b li ibn HisyÄm al-Aná¹£ÄrÄ«. Cet. I; RiyÄd: Mu’assasah Ä€sÄm, 1418.
Zubair, Asni. Hukum Kewarisan Islam Cet. I; Watampone: UJP STAIN Watampone dan CV. Berkah Utami, 2015.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.