Communication Strategies of Village Government to Increase Community Participation in Development

Authors

  • Muhammad Sahid Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-1414-506X
  • Haeruddin Haeruddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Andi Dian Fitriana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Wandi Wandi Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/palakka.v6i1.7552

Keywords:

Village communication strategy, participatory development, rural governance, community engagement.

Abstract

This article explores the strategic communication practices employed by the Patangkai Village Government in Bone Regency to enhance community participation in rural development. Situated in the discipline of communication and public administration, the study responds to the need for participatory development approaches that go beyond top-down planning. The research was conducted using a qualitative descriptive method involving in-depth interviews, field observation, and document analysis. Findings indicate that communication strategies—ranging from formal meetings (Musrenbang and Musdes), WhatsApp group messaging, to personalized home visits—play a vital role in shaping community involvement. The study highlights both supporting and inhibiting factors such as leadership transparency, technological access, time constraints, and social hesitancy. While community engagement is gradually improving, challenges remain in reaching marginalized groups and sustaining active participation. The research contributes to the understanding of communication’s function not only as information transmission but as a dialogical and inclusive governance tool. The results emphasize that adaptive and culturally rooted communication strategies are essential for effective participatory development in rural settings. The study concludes that village governments must institutionalize feedback systems and diversify communication approaches to ensure equitable and sustainable engagement. These findings offer practical guidance for local governance and development practitioners.

References

Arifin, A. (2006). Strategi komunikasi: Suatu pengantar ringkas. Bandung: CV. Amrico.

Aswan, A., Sultan, I., & Sukri, P. S. (2024). The Politics of Age: An Important Key to Understanding Power Relation in Indonesia Culture. Palakka: Media and Islamic Communication, 5(2), 196–211.

Basir Surdin, Y. B., & Amaluddin, L. O. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Jurnal Ilmiah, 4(4), 1–10.

Damanik, I. P. N., & Tahitu, M. E. (2007). Studi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa (Kasus: Masyarakat Desa Layeni, Kecamatan Teon Nila Seruna, Kabupaten Maluku Tengah). Jurnal Ilmu Sosial, 2(1), 5–10.

Effendy, O. U. (2009). Dimensi-dimensi komunikasi. Bandung: PT. Alumni.

Erowati, D. (2021). Kebijakan dana desa bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Surabaya: Scorpindo Media Pustaka.

Fahlevi Lubis, A. (2021). Strategi komunikasi pemerintahan desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan (Studi di Desa Batahan Kecamatan Kota Nopan Kabupaten Mandailing Natal). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Growth. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(1), 75–98.

Hajar, S., et al. (2018). Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat pesisir (Cet. I). Medan: Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah Aqli.

Illangsari, I. (2024). Patterns of Interpersonal Communication of Employee to Establishing Relationships with Students in the STISIP Petta Baringeng Soppeng. Palakka: Media and Islamic Communication, 5(1), 52–65.

Kessa, W. (2015). Perencanaan pembangunan desa. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Lailiani, B. A. (2020). Strategi pemerintah desa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka pembangunan desa (Studi pada Desa Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Administrasi Publik, 8(3), 45–56.

Liliweri, A. (2010). Strategi komunikasi masyarakat. Yogyakarta: LKiS.

Mahmud. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Mahi, A. K., & Trigunarso, S. I. (2017). Perencanaan pembangunan daerah: Teori dan aplikasi (Cet. I). Depok: Kencana.

Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. XVII). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasir, A., Zakiyah, W., & Winarso, U. T. (2013). Panduan sistem informasi desa dan monitoring partisipatif. Yogyakarta: Merapi Recovery Response.

Ningsih, D. S., & Wati, S. L. (2020). Strategi komunikasi dalam diplomasi kemanusiaan. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Parta Tanaya, I. G. L. (2019). Musyawarah desa dalam perencanaan pembangunan desa. Mataram: Pusat Data dan Informasi, Balitbang, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi.

Razak, A. R. (2013). Peran serta masyarakat dalam pembangunan. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 12–13.

Ridho, M. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik di Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Sahid, M. (2021). Hambatan Komunikasi pada Proses Pembelajaran Menggunakan Media WhatsApp Group. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(1).

Suryadi, E. (2018). Strategi komunikasi: Sebuah analisis teori dan praktisi di era global. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Todaro, M. P. (2000). Pembangunan ekonomi di dunia ketiga (Vol. 1, Cet. VII). Jakarta: Erlangga.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa.

Widjaja, H. (2003). Otonomi desa merupakan otonomi yang asli, bulat, dan utuh. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2025-06-27

How to Cite

Sahid, M., Haeruddin, H., Fitriana, A. D., & Wandi, W. (2025). Communication Strategies of Village Government to Increase Community Participation in Development. Palakka : Media and Islamic Communication, 6(1), 21–32. https://doi.org/10.30863/palakka.v6i1.7552

Citation Check