Redesain pendidikan islam: perkembangan pendidikan pasca penerapan syari’at islam di aceh

Abidin Nurdin* -  Universitas Malikussaleh, Indonesia
Sri Astuti A. Samad -  Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Indonesia
Munawwarah Munawwarah -  , Indonesia

DOI : 10.30863/ekspose.v1i1.886

This study aims to discuss the redesign of Islamic education which is focused on the development of Islamic education after the Islamic shari'ah was formally applied in Aceh. As it is understood that the application of Islamic sharia is a part of the historical mandate, and has become a characteristic of the social and cultural order of the Acehnese people which is thick with religious values, the latter is then strengthened by law regulations from the central government. The method used is qualitative research with data collection techniques namely literature review, interviews and observations while the analysis technique uses tryangulation. The result is that since the implementation of Islamic sharia in Aceh there has been a redesign of Islamic education, which is to strengthen the three centers of education which are also based and synergized with Islamic sharia. The three education centers are: first, the (formal) school from elementary school but up to tertiary institutions; secondly, the community (non-formal), at the level of the village where there is a meunasah and the study center as a place of study of tauhid, fiqih and tasawuf; and third, family (informal) through family strengthening. Thus the tri education center is enriched with Islamic sharia values that shape human character and noble character.


Kajian ini bertujuan untuk membahas tentang redesain pendidikan Islam yang difokuskan pada perkembangan pendidikan Islam setelah syari’at Islam diterapkan secara formal di Aceh.  Sebagaimana dipahami bahwa penerapan syari’at Islam merupakan bagian dari amanah sejarah, dan telah menjadi karaktersitik tatanan sosial dan budaya masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai agama, terakhir kemudian diperkuat dengan peraturan udang-undang dari pemerintah pusat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu kajian literatur, wawancara dan observasi sedangkan teknik analisis memakai tryangulasi. Hasilnya adalah bahwa sejak penerapan syari’at Islam di Aceh terjadi  redesain pendidikan Islam yaitu menguatkan tiga pusat pendidikan juga berbasis dan bersinergis dengan syar’at Islam. Tri pusat pendidikan tersebut yaitu: pertama, sekolah  (formal) dari Sekolah Dasar tetapi sampai pada Perguruan Tinggi; kedua, masyarakat (non formal), pada level gampong yang terdapat meunasah dan balai pengajian sebagai tempat pengkajian ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf; dan ketiga, keluarga (informal) melalui penguatan keluarga. Dengan demikian tri pusat pendidikan tersebut diperkaya dengan nilai-nilai syari’at Islam yang membentuk manusia berkarakter dan berakhlak mulia.

Keywords
Syari’at; Pendidikan Islam Aceh; Reedesain pendidikan islam
  1. Abbas, S. (at. al). (2014). Presepsi Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam Aceh.
  2. Abu Bakar. (2013). Pendidikan Islam: Tantangan dan Prospektif di Wilayah Syariat Islam Aceh, Jurnal Pencerahan Majelis Pendidikan Daerah Aceh, Vol. 7, No. 1.
  3. Abubakar, A. (2005). Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: Paradigma, Kebijakan dan Kegiatan, Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
  4. An-Nahlawi, A. (1995). Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, (Terjemahan), Jakarta: Gema Insani Press.
  5. Azra, A. (2000). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milleum Baru, Jakarta: Logos.
  6. Budiman, N. (2004). Kontribusi Pendidikan dalam Kerangka Pelaksanaan Syariat Islam, Makalah Annual Conference Program Pasca Sarjana IAIN/UIN Se-Indonesia, 1-5 Desember di Banda Aceh.
  7. Daud, D. (2002). Pendidikan berakar Syariat dalam Fairus M. Nur (editor), Syariat di Wilayah Syariat: Pernik-Pernik Penerapan Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh.
  8. Feener, R. M. (2013). Social Engeneering Through Shari’a: Islamic Law and State-Directed Da’wa In Comtemporery Aceh, Journal Indonesian Law Revew, Year 3, Vol. 3, September-December.
  9. Hasbullah. (2009). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rajawali Press.
  10. Ibrahim, I. (2004). Dinamika Pelaksanaan Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dalam Syahrizal (editor), Kontekstualisasi Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam (Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
  11. Idris, S. (2002). Mengembang Amanah Allah: Reaktulisasi Syariat Islam dan Masa Depan Pendidikan di Aceh dalam Fairus M. Nur (editor), Syariat di Wilayah Syariat: Pernik-Pernik Penerapan Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh.
  12. Moleong, L.J. (1997). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosda Karya.
  13. Muhammad, R.A. (2003). Revitalisasi Syari’at Islam di Aceh: Problem, Solusi dan Implementasi Menuju Pelaksanaan Hukum Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
  14. Mujiburrahman. dkk. (2011). Pendidikan Berbasis Syariat Islam, Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam.
  15. Mukhlisah dan Hayati. (2019). Internalisasi Mata Kuliah Studi Syari’at Islam Di Aceh Dalam Kurikulum UIN Ar- Raniry Banda Aceh. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam. Vol. 6, No. 1, Juli.
  16. Na’mah, U. (2016). Pentingnya Peran Suscatin (Kursus Calon pengantin) dalam Membendung Laju Perceraian), Yustisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, Vol. 7, No. 1, Juni 2016.
  17. Nur Wahid, H. (2004). Menerapkan Syariat Islam dalam Bidang Sosial dan Pendidikan dalam Salim Segaf al Jufri (et. al), Penerapan Syariat Islam di Indonesia: antara Peluang dan Tantangan, Jakarta: Global Media.
  18. Nurdin, A. (2013). Revitalisasi Kearifan Lokal di Aceh: Peran Budaya dalam Menyelesaikan Konflik dalam Masyarakat, Jurnal Analisis, Vol. VIII, No. 1 Juni.
  19. Nurdin, A. (2014). Studi Agama: Konsepsi Islam dalam Menjawab Pelbagai Persoalan Kemanusiaan, Aceh Besar: Sahifah dan Pustaka Larasan.
  20. Nurdin, A. (et. al). (2011). Syariat Islam dan Isu-Isu Kontemporer, Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh.
  21. Qanun 14 tentang Penyelenggaran Pendidikan Aceh Tahun 2014.
  22. Salim, A. (2008). Challenging The Seculer State: The Islamization of Law In Modern Indonesia, Honolulu: University of Hawai’i Press.
  23. Samad. SAA. (2018). Pembelajaran Arab Melayu dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Kabupaten Pidie, Aceh, Jurnal Ekspose, Volume 17, Nomor 1, Januari-Juni.
  24. Sardar, Z. (2002). Kembali ke Masa Depan: Syariat sebagai Metodologi Pemecahan Masalah (Terjemahan), Jakarta: Serambi.
  25. Serambi Indonesia, Tu Sop Gantikan Abu MUDI Isi Pengajian TASTAFI di Mesjid Raya, Jumat, 6 Januari 2017.
  26. Srimulyani, E. (2008). Filosofi Pendidikan Berbasis Syariat Dalam Education Networks, Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
  27. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006, Banda Aceh: Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
  28. Zulkhairi. T. (2019). Pembelajaran Kitab Arab-Melayu di Aceh Besar Sebagai Proses Transfer Ilmu Agama Islam dan Upaya Menjaga Budaya, Jurnal Mudarrisuna, Vol. 9 No. 2 Juli-Desember.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-07-10
Published: 2020-07-10
Section: Articles
Article Statistics: 520 1161