Manifestasi hidden curriculum dalam pendidikan agama islam

Sabriadi HR* -  Institut Agama Islam Bone, Indonesia, Indonesia

DOI : 10.30863/ekspose.v1i1.769

The discussion in this paper is motivated by the ideality of the objectives of Islamic education which have been formulated formally in the curriculum sometimes are not in accordance with the reality that occurs in the learning process.  This is the caused by various factors that affect learning outcomes outside the curriculum formulation that has been planned.  The accumulation of various factors is called hidden curriculum. It exists as a side product of the of Islamic education that is not planned nor programmed in the formal curriculum.  Hidden curriculum of Islamic education is formulated through the the clear and strict regulation or policies that support the achievement of objectives, and are carried out routinely or continuously.  It is supported by structuring management of school organizations and harmonization of interactions between school members, as well as policies that support effective learning.


Pembahasan dalam tulisan ini dilatar belakangi oleh idealitas tujuan pendidikan agama Islam yang telah dirumuskan dalam kurikulum secara formal terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Hal ini Adanya berbagai faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran di luar rumusan kurikulum yang telah direncanakan. Akumulasi dari berbagai faktor tersebut disebut hidden curriculum. Lahiir sebagai hasil sampingan praktek pendidikan agama Islam yang tidak direncanakan dan tidak deprogram dalam kurikulum secara formal. Hidden curriculum pendidikan agama Islam diformulasi melalui rumusan rules atau aturan yang jelas dan tegas, regulations atau kebijakan yang menunjang tercapainya tujuan, dan dijalankan secara routines atau kontinyu. Ditunjang dengan penataan manajemen organisasi sekolah dan harmonisasi intraksi antar warga sekolah, serta kebijakan yang menopang terlaksananya pembelajaran secara efektif.

Keywords
Manifestation, Hidden Curriculum, Islamic education
  1. Agama, D. (2017). Al-Quran dan Terjemahnya. Danakarya.
  2. Caswita, C. (2019). Kurikulum tersembunyi dalam pembelajaran pendidikan agama islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(3).
  3. Faridah, A. (2015). Membangun karakter melalui the hidden curriculum. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 9(2), 107–115.
  4. Hamdi, M. M. (2017). Konsep Pengembangan Kurikulum. Intizam, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 1–13.
  5. Hidayat, R. (2011). Pengantar sosiologi kurikulum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  6. Ibrahim, R. (2012). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
  7. Mustaghfiroh, H., & Mustaqim, M. (2014). Hidden curriculum dalam pembelajaran PAI. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9(1).
  8. Rosyada, D. (2016). Paradigma pendidikan demokratis. Kencana Penada Media Group.
  9. Rukajat, A. (2018). Manajemen pembelajaran. Deepublish.
  10. Sabriadi, A. R. (2011). Pengembangan kurikulum muatan lokal baca tulis Al-Qurán (BTQ): Studi kasus pada MTs al-Junaidiyah Watampone [PhD Thesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
  11. Sanjaya, W. (2008). Kurikulum Dan Pembelajaran (Teori & Praktek KTSP). Kencana.
  12. Sukiman, S. (2015). Pengembangan kurikulum perguruan tinggi. PT Remaja Rosdakarya.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-06-10
Published: 2020-07-10
Section: Articles
Article Statistics: 477 599