Kebijakan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia: Analisis Normatif terhadap Strategi Nasional Pencegahan Korupsi
DOI:
https://doi.org/10.30863/ekspose.v25i1.11628Keywords:
Corruption Prevention, Legal Policy, National Strategy, Governance ReformAbstract
This study aimed to analyze the legal framework and strategic policies for preventing corruption crimes in Indonesia, particularly through the implementation of Presidential Regulation Number 54 of 2018 concerning the National Strategy for Corruption Prevention (Stranas PK). The research employed a normative juridical method with a qualitative descriptive approach through library research. Data were collected from primary legal materials, including laws and regulations, as well as secondary materials such as books, journal articles, official reports, and institutional documents. The data were analyzed using statutory, conceptual, and analytical approaches to examine the effectiveness of anti-corruption prevention regulations. The results showed that Indonesia had established a relatively comprehensive legal framework for corruption prevention through various laws, government regulations, and presidential regulations. The National Strategy for Corruption Prevention focused on three priority sectors, namely licensing and trade governance, state finance, and law enforcement with bureaucratic reform. However, the effectiveness of implementation remained constrained by weak institutional coordination, bureaucratic overlap, low legal awareness, and governance challenges. Therefore, strengthening institutional synergy, transparency, accountability, and continuous public participation was essential to optimize corruption prevention efforts in Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka hukum dan kebijakan strategis dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia, khususnya melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa buku, artikel jurnal, laporan resmi, dan dokumen kelembagaan. Data dianalisis menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis untuk menilai efektivitas regulasi pencegahan korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang relatif komprehensif dalam upaya pencegahan korupsi melalui berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan presiden. Strategi Nasional Pencegahan Korupsi memfokuskan kebijakan pada tiga sektor prioritas, yaitu perizinan dan tata niaga, keuangan negara, serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi. Namun demikian, efektivitas implementasinya masih menghadapi kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, tumpang tindih birokrasi, rendahnya kesadaran hukum, dan tantangan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, penguatan sinergi kelembagaan, transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik secara berkelanjutan menjadi penting untuk mengoptimalkan pencegahan korupsi di Indonesia.
References
Atmasasmita, R. (2010). Globalisasi dan kejahatan bisnis. Jakarta: Kencana.
Black, H. C. (1990). Black’s law dictionary (6th ed.). West Publishing.
Bologne, J. D. (1993). Handbook of fraud investigation. Butterworth-Heinemann.
Chaerudin, Dinar, S. A., & Fadillah, S. (2021). Strategi pencegahan & penegakan hukum tindak pidana korupsi. Refika Aditama.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Djaja, E. (2008). Memberantas korupsi bersama KPK. Sinar Grafika.
Effendi, M. (n.d.). Korupsi & strategi nasional pencegahan serta pemberantasannya. Referensi.
Hamzah, A. (2017). Pemberantasan korupsi melalui hukum pidana nasional dan internasional. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ibrahim, J. (2007). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.
Indonesia Corruption Watch. (2021). Laporan tren penindakan kasus korupsi 2021. Jakarta: ICW.
Indonesia Corruption Watch. (2021a). Hasil pemantauan tren penindakan kasus korupsi semester I 2021. Indonesia Corruption Watch.
Indonesia Corruption Watch. (2021b). Laporan kinerja pemberantasan korupsi tahun 2021. Indonesia Corruption Watch.
Kantor Staf Presiden. (2019). Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan tentang Stranas PK. Kantor Staf Presiden.
Komisi Pemberantasan Korupsi ACLC. (2022a). Kenali dasar hukum pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
Komisi Pemberantasan Korupsi ACLC. (2022b). Mengenal pengertian korupsi dan antikorupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2020). Kajian indeks persepsi korupsi Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2022). Laporan tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2023). Laporan tahunan KPK 2023. Jakarta: KPK.
Kompas. (2022). Upaya pencegahan korupsi.
Marpaung, L. (2015). Tindak pidana korupsi: Masalah dan pemecahannya. Sinar Grafika.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Rev. ed.). Kencana.
Masyhudi. (n.d.). Sistem integritas nasional dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Buku Kompas.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mungiu-Pippidi, A. (2020). The quest for good governance: How societies develop control of corruption. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108779309
Mungiu-Pippidi, A. (2020). The rise and fall of good governance: The global competition for integrity. Cambridge: Cambridge University Press.
Mungiu-Pippidi, A. (2020). The rise and fall of good governance: The global competition for integrity. Cambridge: Cambridge University Press.
Nazir, M. (2017). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Prasetyo, E., & Zuhdi, M. (2022). Bureaucratic complexity and administrative corruption in Indonesia. Journal of Public Administration Studies, 14(2), 115–130.
Prasetyo, T. (2018). Hukum pidana internasional. Pustaka Pelajar.
Putra, N. S. (2005). Tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia. Badan Penerbit UNDIP.
Republik Indonesia. (2000). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption 2003.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Robert Klitgaard. (1988). Controlling corruption. Berkeley: University of California Press.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2019). Presiden minta strategi nasional pencegahan korupsi segera dilaksanakan.
Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Soekanto, S. (2014a). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2014b). Pengantar penelitian hukum. UI Press.
Stephenson, M. C. (2021). Corruption as a governance challenge: Rethinking anti-corruption strategies. World Development, 145, 105479. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105479
Stranas PK. (2022). Strategi nasional pencegahan korupsi: Aksi pencegahan korupsi 2021–2022.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Transparency International. (2021). Corruption perceptions index 2021. Transparency International.
Transparency International. (2023). Corruption Perceptions Index 2023. Berlin: Transparency International.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2004). United Nations Convention against Corruption. United Nations Office on Drugs and Crime.
United Nations. (2003). United Nations Convention Against Corruption. United Nations.
World Bank. (2022). Enhancing government effectiveness and transparency: The fight against corruption. Washington, DC: World Bank.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abd. Manab, Arie Mardika Nurma Agustin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





