Konsep riba dalam fiqih dan al-qur’an : Studi komparasi
DOI:
https://doi.org/10.30863/ekspose.v19i2.1143Keywords:
Al-qura’an, Fiqih, Riba, usuryAbstract
The law of usury in the Qur'an and fiqh is an important theme in the economic life of society. This study aims to determine Islamic law both from the aspects of the verses of the Qur'an and aspects of the Prophet's fiqh. This research uses literary study or document analysis. The main research data is based on the content about usury from the verses of the Qur'an and the Prophet's fiqh. The data obtained were analyzed using a descriptive approach. The results showed that the application of usury had been done before Islam appeared. Based on the type, riba is categorized into four types, namely riba fadhli, riba nasi'ah, riba yad, and riba qardhli. Each has its criteria. In particular, the Koran and fiqh emphasized that any form of usury is haram. This is based on the fact that usury has a bad effect economically or legally that can harm one of the parties. This is evident from the historical context of the existence of usury, the view of Islamic law, the impact of taking usury is a detrimental activity. This clear legal basis is certainly a reference for Muslims in particular not to use the concept of usury in everyday life.
Hukum tentang riba dalam al quran dan fiqih merupakan tema penting dalam kehidupan ekonomi masyaakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hukum islam baik dari aspek ayat al quran dan aspek fiqih Nabi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi literer atau analisis dokumen. Data utama penelitian berdasarkan dari kandungan tentang riba dari ayat–ayat al quran dan fiqih nabi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan riba sudah dilakukan sebelum islam muncul. Berdasarkan jenisnya riba dikategorikan dalam emapt jenis yaitu riba fadhli, riba nasi’ah, riba yad dan riba qardhli. Masing mempunyai kriteria sendiri. Secara khusus al quran dan fiqih menegaskan bahwa apapun bentuk riba merupakan hal yang haram. Hal ini didasarkan bahwa riba mempunyai efek buruk secara ekonomi atau secara hukum yang dapat merugikan salah satu pihak. Hal ini terbukti dari  contah sejarah adanya riba, pandangan hukum islam, dampak dari pengambilan riba merupakan kegiatan yang merugikan. Dasar hukum yang jelas ini tentu menjadi sebuah acuan bagi umat islam khussunya untuk tidak menggunaakn konsep riba dalam kehidupan sehari – hari.
References
Abdul Hadi, Abu Sura’i (1993). Bunga Bank Dalam Islam. Terj M. Thalib,. Surabaya: Ikhlas.
Al-Bushairi, Abu al-Abbas (1403 H / 1982). Misbah al-Zujah, Jilid. 3. Beirut: Dar al-arabiyyah.
Antonio, Muhammad Syafi’i. (2011). Bank Syari’ah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Pers & Tazkia Institut.
Ash-Shawi, Sholah dan Abdullah al-Muslich. (2001). Fikih Ekonomi Islam. Jakarta: Darul Haq.
Ayyub, Muhammad. (2014). Understanding Islamic Finance. Jakarta : Gramedia Psutaka Utama
Az Zahra, Muhammad Buhus. (1390/1970). fi ar Riba, Cet. 1. Beirut :Dar al Buhus al Ilmiyyah.
Chair, Wasilul. “Riba dalam perpektif islam dan sejarahâ€. Iqtishadia, Vol. No. 1. Juni 2014, 98- 117.
Dawud, Abu. (2009). Sunan Abu Dawud, Jilid 5. Riyadh: Dar al-Risalah.
Ghofur, Abdul. “Konsep Riba dalam al quranâ€, Economica, vol. VII, Edisi I, Mei 2016. 1-26.
Hadi, Abdul & Sura’I, Abu. (1993). Bunga Bank Dalam Islam. Terj M. Thalib,. Surabaya: Ikhlas
Kalsum, Ummi. “Riba Dan Bunga Bank Dalam Islam (Analisis Hukum Dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Umat)â€. Jurnal Al-‘Adl. Vol. 7 No. 2, Juli 2014, 67-83.
Karim, Adiwarman (2002), Ekonomi Islam-Suatu Kajian Ekonomi Makro. Jakarta: IIIT Indonesia
Karnaen, Purwaatmaja. (1997). Apakah Bunga sama dengan Riba ?. Kertas kerja Seminar Ekonomi Islam. Jakarta: LPPBS.
Marwini. “Kontroversi riba dalam perbankan konvensional dan dampaknya terhadap perekonomianâ€. Az Zarqa’ Vol. 9.No.1. Juni 2017, 1-18.
Muhammad, (2002). Manajemen Bank Syariah. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.
Muhammad, “Hukum Riba dan Bungan Bank dalam perspektif Ethico-legalâ€. Al Manahii. Vol VI No.2. Juli 2012, 319-331.
Muhammmad. (2004). Dasar-Dasar Keuangan Islami. Yogyakarta: EKONISIA Kampus Fakultas Ekonomi UII.
Muslich, Ahmad Wardi. (2015). Fiqih Muamalah, cet. Ke 3. Jakarta: Hamzah, 2015.
Muslim, Muslihun. (2005). Fiqh Ekonomi. Mataram: LKIM.
Sabiq, As sayid. (1403 H/1982 ) Fiqf Al Sunnah . Cet,4 . Beirut : Darul Fikri.
Saeed, Abdullah. (2008). Islamic Banking and Interest A Study of The Prohibition of Riba and its Contemporery Interpretation. Terj. Muhammad Ufuqil Mubin, dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Shomad, Abd. tt. Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syariah dalam Hukum Indonesia
Sohari Sahrani & Ru’fah Abdullah. (2012). Fikih Muamalah,. Bogor: Ghalia Indonesia.
Tim LasKar Pelangi. (2015). Metodologi Fiqih Muamalah : Diskursus Metodologis Konsep Interaksi Sosial – Masyarakat. Kediri: Lirboyo Press.
Umam, Khotibul. “Pelarangan Riba Dan Penerapan Prinsip Syariah Dalam Sistem Hukum Perbankan Di Indonesiaâ€, Mimbar Hukum Volume 29, Nomor 3. Oktober 2017. 391-412.
Wardi Muslich, Ahmad. (2015). Fiqih Muamalah, cet. Ke 3. Jakarta: Hamzah.
Zuhdi, Masyfuk. (1989). Masail Fikiyah. Jakarta: CV Haji Masagung.
Zuhdi, Masyfuk. (1989). Masail Fiqiyah. Jakarta: CV. Haji Masagung.
Zuhri. (1996). Riba dalam Al- Qur’an dan Masalah Perbankan, Sebuah Tilikan Antisipatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





