Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dengan Model Countenance Stake dalam Konteks Kurikulum Berbasis Teknologi Digital
DOI:
https://doi.org/10.30863/ekspose.v25i1.10868Keywords:
Evaluasi Kurikulum, Model Countenance Stake, Kurikulum Berbasis DigitalAbstract
Artikel ini membahas tentang Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam kontek Kurikulum berbasis Teknologi Digital, di SMP Islam Athirah Bone Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan, dan model evaluasi Countenance Stake difokuskan pada tiga fase: konteks (antecedents), proses (transactions), dan hasil (outcomes). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam konteks kurikulum berbasis teknologi digital (kurikulum PAI digital). Intrument yang digunakan meliputi panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dari bagian konteks (antecedents) bahwa sekolah memiliki landasan kebijakan yang kuat dalam mendukung implementasi kurikulum PAI berbasis teknologi digital, sebagai bentuk komitmen institusi dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Bagian proses (transactions), Proses pelaksanaan kurikulum PAI berbasis teknologi digital di sekolah berlangsung dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran, seperti Canva, video interaktif, e-learning, aplikasi Al-Qur’an digital, YouTube, Muslim Pro, serta layanan kecerdasan buatan. Guru PAI menggunakan media tersebut untuk membuat pembelajaran lebih visual, menarik, dan mudah diakses siswa. Dan hasil (outcomes), Penggunaan teknologi mendorong siswa untuk belajar secara mandiri melalui akses informasi luas dan cepat. Selain itu, guru menilai bahwa media digital memiliki potensi besar dalam memperkuat nilai spiritual dan moral siswa apabila digunakan dengan benar. Selain itu terdapat kendala yaitu Minimnya pengawasan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan teknologi, misalnya mengakses konten lain di luar materi pelajaran. Hal ini mengindikasikan perlunya sistem pengawasan digital yang lebih terstruktur serta peningkatan literasi digital bagi guru dan siswa. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, penguatan regulasi, dan pendampingan guru, pembelajaran PAI digital berpotensi menjadi model pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan generasi religius yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era modern ini.
References
Afandi, S. H. (2024). Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Kompetensi Literasi Digital Dan Continuing Professional Development (CPD). Institut PTIQ Jakarta.
Djafar, C., Mania, S., & Rasyid, M. N. A. (2025). Optimalisasi Evaluasi Program Sistem Informasi Akademik Berbasis Model Responsive-Countenance Di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 25(2), 355–371.
Dwisusanti, R., & Mukhroji, M. (2025). Siklus TQM Dalam Pendidikan: Planning, Do, Check, Act Dalam Dunia Pendidikan, Prinsip Kaizen Pada TQM. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 328–338.
Hadi, H., & Al Idrus, A. J. (2025). Inovasi Kurikulum PAI: Harapan Dan Realita Di Era Digital Pada Sekolah Menengah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(1), 217–229.
Hasanah, M. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring Dan Kesehatan Mental Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Institut PTIQ Jakarta.
Marlina, & Nadirah, S. (2024). The Use of Social Media in Islamic Religious Education Learning and Its Implications for Student Character. Al Ilmu: Jurnal Islamic Education, 1(3).
Muis, M. A. (2025). Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Era 5.0: Tantangan Dan Peluang. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3219–3233.
Nasution, A. Z., Musril, H. A., Derta, S., & Rahmat, T. (2025). Perancangan Media Belajar Mandiri Berbasis Canva pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk siswa SMAN 1 Matur. Intellect: Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation, 4(1).
Noor, A. (2019). Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital. Prosiding Seminar Nasional Prodi PAI UMP.
Puspayanti, A. (2018). Evaluasi Pembelajaran Diklat Menggunakan Model Countenance Stake. Andragogi, 6(1), 143–167.
Sholehuddin, M. S., Sayid, W. A. M., Amin, A. B., Aini, R., & Mucharomah, M. (2022). The Educational Evaluation of Tahfizul Quran Program in Boarding School: Stake Model Perspective. Cendekia Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 20(2), 271–287. https://doi.org/10.21154/cendekia.v20i2.4932
Sitasari, N. W. (2022). Mengenal Analisa Konten Dan Analisa Tematik Dalam Penelitian Kualitatif. Forum Ilmiah, 19, 77–84.
Sunjono, S. (2023). Penerapan Model Countenance Stake Sebagai Alat Evaluasi Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9278–9288.
Susanti, M., Wediasti, W., & Khermarinah, K. (2025). Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Model TEL (Technology Enhanced Learning). Educatoria: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(3), 241–252.
Suwadji, S., Hamid, I. R., & Rofik, A. (2024). Transformasi Kebijakan Pendidikan Agama Islam Dalam Menyongsong Indonesia Emas; Sebuah Refleksi Kurikulum Merdeka. Rahmatan Lil Alamin: Journal of Peace Education and Islamic Studies, 7(2), 55–65.
Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan Dan Peran Di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211.
Widiana, I. W. (2023). Validasi Penyusunan Instrumen Penelitian Pendidikan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jumardi, Kasmah, Sultan Hasanuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





