Penegakan Hak Konstitusional Melalui Constitutional Question Serta Relevansinya Terhadap Negara Hukum Pancasila

Ahmad Nur Fajri* -  IAIN Bone
Irfan Amir - 
Penelitian ini membahas mengenai perbandingan penegakan hak konstitusional melalui constitutional question serta relevansinya dengan negara hukum Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hak konstitusional melalui constitutional question di negara Jerman, Kroasia, dan Rusia begitu pula relevansi constitutional question dalam negara hukum Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perbandingan (comparative approch) dan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan mekanisme constitutional  question  oleh negara Rusia dan Jerman telah diadopsi dan terlembagakan dalam konstitusi federal mereka. Sedangkan Kroasia, hanya mengaturnya dalam undang-undang Mahkamah Konstitusinya. Di Indonesia, walaupun secara kelembagaan terdapat Mahkamah Konstitusi namun mekanisme constitusional  question tidak diakomodir, baik didalam UUD 1945 sebagai konstitusinya maupun dalam undang-undang Mahkamah Konstitusi. Padahal, mekanisme constitutional question memiliki relevansi dengan konsep negara hukum Pancasila dengan penduduk yang majemuk
Keywords
Constitutional Question; Negara Hukum Pancasila; Mahkamah Kontitusi
  1. Arikunto, Suharsini. Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1990.
  2. Asmaeny dan Izlindawati. Constitutional Complaint & Constitutional Question dalam Negara Hukum. Jakarta: Prenadamedia Group. 2018.
  3. Asshidiqie, Jimly. Setahun Mahkamah Kontitusi: Refleksi Gagasan dan Penyelenggaraan, Serta Setangkup Harapan. Jakarta: Konstitusi Press. 2004.
  4. Bachtiar. Metode Penelitian Hukum. Cet. I. Pamulang: Unpam Press. 2018.
  5. Darmadi, Hamid. Urgensi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Bandung: Alfabeta. 2013.
  6. Fuadi, Munir. Konsep Negara Demokrasi. Bandung: Refika Aditama. 2010. Gunawan, Yopi dan Kristan. Perkembangan Konsep Negara Hukum & Negara Hukum Pancasila. Bandung: PT Refika Aditama. 2015.
  7. Hakim, Abdul Azis. Negara Hukum dan Demokrasi Di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,.2011.
  8. Huda, Ni’matul. Ilmu Negara, Cet. V. Jakarta: Rajawali Press. 2013
  9. Indrati, Maria Farida. Ilmu Perundang-undangan (Dasar-Dasar dan Pembentukannya). Jakarta: Kansius. 1998.
  10. Ismatullah, Deddy dan Asep A. Sahid Gatara Fh. Ilmu Negara: Dalam Multiperspektif Kekuasaan, masyarakat, Hukum dan Agama. Bandung: Pustaka Setia. 2017.
  11. K. Abdullah. Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian. Cet. I; Watampone: Luqman al-Hakim Press. 2013.
  12. Kelsen, Hans. General Theory of Law and State. translated by: Anders Wedberg, New York: Russell & Russell, 1961.
  13. Kusnadi, Moh dan Bintan R. Saragih. Ilmu Negara. Jakarta: Gaya Media Partama. 2008.
  14. Mahfud MD, Moh. Hukum dan Pilar‐pilar Demokrasi. Yogyakarta: Gema Media. 1999.
  15. Manan, Bagir. Hukum Ketatanegaraan. Bandung: Univertas Pandjajaran, 1994.
  16. Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum, Edisi Revisi Jakarta: Kencana. 2010.
  17. MD, Moh. Mahfud. Membangun Politik Hukum. Menegakkan Konstitusi. Jakarta: Rajawali Press. 2011.
  18. Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Cet. I; Mataram: Mataram University Press. 2020.
  19. Noor, Juliansyah. Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Cet. I; Jakarta: Prenada Media Group. 2011.
  20. Palguna, I Dewa Gede. Pengaduan Konstitusional (Upaya Hukum Terhadap Pelanggaran Hak-hak Konstitusional Warga Negara). Jakarta: Sinar Grafika. 2013.
  21. Soekanto, Soerjono dan Sri Mamuji. Penelitian Hukum Normatif. Cet. V; Jakarta: PT Raga Grafindo Persada. 2001.
  22. Thaib, Dahlan dkk. Teori dan Hukum Konstitusi. Cet 5. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2005.
  23. Tim Penyusun Naskah Komprehensif Proses dan Hasil Perubahan UUD 1945. Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002 Buku VI Kekuasaan Kehakiman 1945, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. 2010.
  24. Tim Penyusun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Watampone, Petunjuk Penulisan. Watampone: STAIN Watampone, 2018.
  25. Tjandra, W. Riawan. Hukum Sarana Pemerintahan. Jakarta: Cahaya Atma Pustaka. 2014.
  26. Uthrecht. Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Jakarta: Ichtiar. 1962
  27. Yaqin, Arief Ainul. Constitutional Question Kewenangan yang Terlupakan dan Gagasan untuk Melembagakannya di Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sinar Grafika. 2018.
  28. Legislasi
  29. Croatia Republic. The Constitution of the Republic of Croatia.
  30. Germany Federal. Germany's Constitution of 1949 with Amendments through 2014.
  31. Undang-undang R.I. Nomor 14 Tahun 1985. Jo Undnag-undang R.I Nomor 3 Yahun 2009 tentang Mahkamah Agung. (LN. 2004/ No. 9, Tahun Lembaran Negara No. 4359).
  32. Undang-Undang R.I. Nomor 8 Tahun 2011 tentang Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi”
  33. Republik Indonesia. Undang-undang Dasar 1945.
  34. Russian Federation’s, Undang-Undang Mahkamah Konstitusi Federal No. 5-FKZ 2020
  35. Russian Federation's Constitution of 1993 with Amendments through 2014
  36. Jurnal
  37. Amir, Irfan, dan Mustafa. Aspek Hukum dan Dinamika Pemilihan Umum di Indonesia. Jakarta Selatan: Kreasi Cendekia Pustaka (KCP), 2021.
  38. Aris, Ismail, Irfan Amir, dan Septian Amrianto. “Konstitusionalitas Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).” Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam 4, no. 2 (2019): 135–58. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v4i2.436.
  39. Nugraha, Xavier, dkk. Constitutional Question: Alternatif Baru Pelindungan Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Concrete Review di Indonesia. Negara Hukum. Vol. 10. No. 1. 2019.
  40. Palguna, I Dewa Gede. “Constitutional Question: Latar Belakang dan Praktik di Negara Lain Serta Kemungkinan Penerapannya Di Indonesia”. Jurnal Hukum. Vol. 17. No. 1. 2010.
  41. Palguna, I Dewa. Constitutional Question: Latar Belakang dan Praktik Di Negara Lain Serta Kemungkinan Penerapannya Di Indonesia. Jurnal Hukum. Vol. 17. No. 1. 2010.
  42. Rangkuti, Afifa. Nomokrasi Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Hukum Tata Negara. Jurnal Uinsu. Vol. 5. No. 5. 2017.
  43. Rahmayanty, Mubarika, dan Irfan Amir. “Juridical Analysis of Implementing the Presidential Threshold in the Presidential Election Ofindonesia.” Jurnal Al-Dustur Program Studi Hukum Tata Negara PascasarjanaInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone 4, no. 1 (2021): 83–107. https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/aldustur/article/view/1477/pdf.
  44. Wijaya, Made Hendra. “Karakteristik Konsep Negara Hukum Pancasila”, Jurnal Advokasi. Vol. 5 No. 2. 2015.
  45. Wulandari, Kiki, Putri Apriani, Zulkifly, dan Irfan Amir. “Deparpolisasi Keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah (Tela’ah Atas Hasrat Partai Politik Dalam Mengokupasi DPD).” Al-Adalah 5, no. 1 (2020): 52–69. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v5i1.510.
  46. Zoelva, Hamdan. Constitutional Complaint Dan Constitutional Question dan Perlindungan Hak-Hak Konstitusional Warga Negara. Jurnal Media Hukum. Vol. 19 No.1. Juni 2012.
  47. Artikel
  48. Prasetyo, Nanik. Seminar Nasional “Pelembangan Constitutional Question: Peluang dan Tantangan”. PPT yang disajikan AP-HTNHAN di Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. 19 Pebruari 2022.
  49. Tandiasa, Victor Santoso. “Pelatihan Hukum: Pengujian Peraturan Perundang-Undangan. Pelatihan Hukum Indonesia”. 15 Mei 2022.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-12-09
Published: 2022-05-01
Section: Articles
Article Statistics: 118 101