Relasi Gender terhadap Persaksian Perempuan dalam Perspektif Islam

Abdul Syukur Abu Bakar* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/annisa.v12i2.669

Gender Relationship to Female Testimony in Islamic Perspectives

Islamic studies relating to human creation, inheritance, witnessing, leadership, and polygamy are considered to be discriminatory against women, and are often used by some circles to discredit women, one example that the inheritance of a man is equal to the part of two women. Gender provides a natural portion and character, the nature of work. From that in social life, especially in terms of testimony, there are things that can be entered into Gender, there are things that are Gender bias.

Abstrak

Kajian Islam berkaitan dengan penciptaan manusia, kewarisan, persaksian, kepemimpinan, dan poligami dianggap terkesan diskriminatif terhadap kaum perempuan, dan sering digunakan beberapa kalangan untuk memojokkan perempuan, salah satu contoh bahwa bagian waris seorang laki-laki sama dengan bagian dua orang perempuan. Gender memberikan porsi yang kodrati dan karakter, sifat pekerjaan. Dari itu dalam kehidupan bermasyarakat terutama dalam hal persaksian ada hal yang bisa dimasuki Gender ada hal yang bias Gender.

Keywords
Gender; Perempuan; Islam
  1. Abdurrohim, N., & Ali, H. (2019). Kontekstualiasi kedudukan dan peran perempuan dalam kitab taqrib. Jurnal Perspektif, 3(1), 57–74.
  2. Achmad, S. (2019). Membangun pendidikan berwawasan gender. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 14(1), 70–91.
  3. Agama, D. (2009). Al-Qur’an dan terjemahan. Jakarta: PT Sinergi Pustaka.
  4. Andriani, A. (2017). Pendekatan gender dalam studi quran. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi Dan Dakwah Islam, 2(3), 31–47.
  5. Firdaus, D., & Arifin, Z. (2018). Pendidikan perempuan perspektif quraish shihab dalam tafsir al misbah. Jurnal Pemikiran Keislaman, 29(2), 208–234.
  6. Hanapi, A. (2015). Peran perempuan dalam islam. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 1(1), 15–28.
  7. Irawan, M. D. (2016). Diskursus relevansi persaksian perempuan dalam transaksi keuangan. Falah: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 38–46.
  8. Liestyasari, S. I. (2017). Sensitivitas gender guru Sekolah dasar di kota surakarta. The Journal of Society and Media, 1(2), 53–66.
  9. Mukhtar, N. (2013). M. quraish shihab, menggugat bias gender “para ulama.” JOURNAL OF QUR’AN AND HADITH STUDIES, 2(2), 189–208.
  10. Priatmoko, S. (2018). Strategi implementasi pembelajaran inklusif gender di madrasah ibtida’iyah. PROCEEDING: The Annual International Conference on Islamic Education, 3(1), 244–257.
  11. Puspitawati, H., Azizah, Y., Mulyana, A., & Rahmah, A. F. (2019). Relasi gender, ketahanan keluarga dan kualitas pernikahan pada keluarga nelayan dan buruh Tani “brondol” bawang merah. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 12(1), 1–12.
  12. Yanggo, H. T. (2018). Kepemimpinan perempuan dalam perspektif hukum islam. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah Dan Tarbiyah, 1(1), 1.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-03-10
Published: 2020-03-10
Section: Artikel
Article Statistics: 53 59