Gender dan Tingkat Nyeri Dismenore: Apakah Dukungan Sosial dan Kecemasan Ikut Berpengaruh?

Aulia Afriany* -  Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baubau, Jl. Tanganapada, Murhum, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara-93713, Indonesia, Indonesia

DOI : 10.30863/annisa.v12i2.664

Gender and Pain Levels of Dysmenorrhea: Does Social Support and Anxiety Also Influence?

Dysmenorrhea is a menstrual disorder characterized by pain that attacks the lower abdomen until it reaches the pelvic area and thighs, which is experienced by individuals before and during menstruation due to muscle contractions in the uterine lining that block bloods flow. Dysmenorrhea is a common health problem in society that affects the quality of life of individuals. Physical and psychological factors of pain sufferers also contribute to influencing the level of dysmenorrhea pain. This study aims to determine the relationship between social support and anxiety with the level of adolescent pain in SMA Negeri 16 Makassar. Subjects in this study were 150 people consisting of young women aged 15 to 17 years who were known to have experienced menarche for at least one year and had not experienced menopause, lived with parents, and were known to have dysmenorrhea. Data collection was carried out on adolescents in Makassar 16 Public High Schools by using social support scale, depression, anxiety, and stress scale (DASS) scale and pain comparison scale. Data analysis uses multiple regression analysis techniques. The results show the value of P = 0.007, R-square = 0.064, and Fcount = 5.065. The analysis showed that social support and anxiety together had an influence on the level of dysmenorrhea pain in adolescents at SMA Negeri 16 Makassar (Fcount> Ftable = 5.065> 3.00). The effective contribution of social support and anxiety to the level of pain is 6.4%. These results indicate that social support and anxiety have a low influence on pain levels.

 

Abstrak

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan rasa sakit yang menyerang perut bagian bawah hingga mencapai daerah panggul dan paha, yang dialami individu sebelum dan sesaat menstruasi karena kontraksi otot pada dinding rahim yang menghambat aliran darah. Dismenore menjadi masalah kesehatan umum di masyarakat yang mempengaruhi kualitas hidup individu. Faktor fisik dan psikologis penderita nyeri turut andil dalam mempengaruhi tingkat nyeri dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan dengan tingkat nyeri remaja di SMA Negeri 16 Makassar. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 orang yang terdiri dari remaja putri berusia 15 sampai 17 tahun yang diketahui telah mengalami menarche minimal satu tahun dan belum mengalami menopause, tinggal bersama orang tua, dan diketahui mengalami dismenore. Pengumpulan data dilakukan terhadap remaja di SMA Negeri 16 Makassar dengan menggunakan skala dukungan sosial, skala depression, anxiety, and stress scale (DASS) dan skala perbandingan nyeri. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil menunjukkan nilai P=0,007, R-square=0,064, dan Fhitung=5,065. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kecemasan bersama-sama memiliki pengaruh terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja di SMA Negeri 16 Makassar (Fhitung > Ftabel = 5,065 > 3,00). Besar sumbangsih efektif dukungan sosial dan kecemasan terhadap tingkat nyeri adalah sebesar 6,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kecemasan memiliki pengaruh yang rendah terhadap tingkat nyeri.

Keywords
Social support; Anxiety; Pain levels of dysmenorrhea; Dukungan sosial; Kecemasan; Tingkat nyeri
  1. Atkinson, R. L., Richard, C. Atkinson, & Ernest R. Hilgard. (1983). Introduction to Psychology, Eight Edition. USA: Harcourt Brace Jovanovic Inc.
  2. Borsook, T. K. & MacDonald, G. (2010). Mildly negative social encounters reduce physical pain sensitifity: Journal of IASP, 151(2), 372-377, doi:10.1016/j.pain.2010.07.022.
  3. Charu, S., Amita, R., Sujoy, R., & Thomas, A. (2012). ‘Menstrual characteristics’ and ‘prevalence and effect of dysmenorrhea’ on quality of life of medical students: International Journal of Collaborative Research on Internal Medicine & Public Health. 4(4), 1-20.
  4. Dorn, L., Negriff, S., Huang, B., Pabst, S., Hillman, J., Braverman, P., & Susman, EJ. (2008). Menstrual symptoms in Adolescent Girls: Association with smoking, depressive symptoms and anxiety: Journal of Adolescent Health. 44(3): 237-243, doi: 10.1016/j.jadohealth.2008.07.018.
  5. Ernawati, Hartiti, & Hadi. (2010). Terapi relaksasi terhadap nyeri dismenore pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang: Prosiding Seminar Nasional UNIMUS 2010. ISBN:978.979.704.883.9.
  6. Fajaryati. (2012). Hubungan Kebiasaan Olahraga dengan Dismenore Primer Remaja Putri di SMPN 2 Mirit Kebumen. Diambil, 2 Oktober 2013, dari e-journal.akbid-purworejo.ac.id/index.php/jkk4/article/view/62/60.
  7. Forsyth, Donelson. (2006). Group Dynamics Fourth Edition. New Zealand: Thomson Wadsworth.
  8. Gil, K. M., Keefe, F. J., Crisson, & Van Dalfsen. (1987). Social Support and Pain Behavior: Journal of Pain, 29(2):209-217. https://doi.org/10.1016/0304-3959(87)91037-2.
  9. Judha, M., Sudarti, & Fauziah, A. (2012). Teori Pengukuran Nyeri dan Nyeri Persalinan. Yogyakarta: Nuha Medika.
  10. Novia & Puspitasari. (2008). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian dismenore primer: The Indonesian Journal of Public Health. 4(2), 96-104. Diambil 4 Maret 2014, dari https://media.neliti.com/media/publications/3893-ID-faktor-risiko-yang-mempengaruhi-kejadian-dismenore-primer.pdf.
  11. Pramanik, T., Shrestha, R., Sherpa, M.T., & Adhikari. (2010). Incidence of dysmenorrhoea associated with high stress scores among the undergraduate Nepalese medical students: Journal of Institute of Medicine. 32(3), 1-3.
  12. Prawirohardjo, Sarwono. (2005). Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
  13. Safree, M.A., & Dzulkifli, M.A. (2010). The relationship between social support and psychological problems among students: International Journal of Business and Social Science. 1(3), 1-7.
  14. Siahaan, Ermiati, & Maryati. (2013). Penurunan tingkat dismenore pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad dengan menggunakan yoga: Jurnal Padjajaran, 1-12.
  15. Sophia, Muda, & Jemadi. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore pada siswi SMK Negeri 10 Medan tahun 2013: Public Health Faculty Journals. Medan, 1-10.
  16. Sopiyah, Puspitaningrum, & Damayanti. (2012). Pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri: Jurnal Unimus, 1-4. https://doi.org/10.26714/jk.2.1.2013.%25p
  17. Stanke, K. M. & Ivanec, D. (2010). Social context of pain perception: the role of other people’s presence and physical distance: Review of Psychology, 17(1), 69-74. Diambil 1 September 2014, dari https://www.researchgate.net/publication/279657191_Social_context_of_pain_perception_the_role_of_other_people's_presence_and_physical_distance
  18. Tangchai, K., Titapant, V., & Boriboonhirunsarn, D. (2004). Dysmenorrhea in Thai adolescent: Prevalence impact and knowledge of treatment: Journal of Medical Association Thailand. 87(3), 1-5.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-03-10
Published: 2020-03-10
Section: Artikel
Article Statistics: 119 14