Pengarusutamaan Gender dalam Pembelajaran Humanis

Rahmah Wahdaniati Suaib* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/annisa.v12i1.457

Pengarusutamaan gender dalam pembelajaran humanis adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai gender responsif universal seperti kemanusiaan, keadilan, cinta, dan sejenisnya dalam proses pendidikan. Dalam kerangka aplikasinya, pengarusutamaan gender dan pembelajaran humanis memiliki sumber dan struktur yang sama sehingga keduanya sangat mungkin untuk diintegrasikan satu sama lain. Dengan pengarusutamaan gender dalam pembelajaran humanis, keduanya memiliki hubungan simbiosis mutual yang saling memperkuat satu sama lain.

Gender mainstreaming in humanist learning is an effort to instill universal responsive gender values such as humanity, justice, love, and the like in the education process. In the framework of its application, gender mainstreaming and humanist learning have a common source and structure so that both are very possible to be integrated with one another. With gender mainstreaming in humanist learning, both have a mutual symbiotic relationship that mutually reinforces one another.

Keywords
pengarusutamaan gender; pembelajaran humanis; gender mainstreaming; humanist learning
  1. al-Kailani, Majd Irsan, Falsafat al-Tarbiyah al-Islamiyah, Makkah: Maktabah Hadi, 1988.
  2. Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.
  3. Budihardjo, Pendidikan Ibrahim dan Anaknya dalam Perspektif al-Qur’an: QS. al-Shafat: 102-107, Jurnal Millah Volume IX Nomor 2, 2010.
  4. Fakih, Mansour, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.
  5. Muhammad, Husein, Fiqh Perempuan, Yogyakarta: LKiS, 2001.
  6. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kelembagaan.ristekdikti.go.id. (29 Agustus 2019)
  7. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kelembagaan.ristekdikti.go.id. (29 Agustus 2019)
  8. Syari’ati, Ali, Humanisme Antara Islam dan Madzab Barat, Bandung: Pustaka Hidayah, 1992.
  9. Tierney, Helen (Ed.), Women's Studies Encyclopedia Vol. I , NewYork: Green Wood Press, 1999.
  10. Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia, 2008.
  11. Wilson, H.T., Sex and Gender: Making Cultural Sense of Civilization, Leiden: New York, Kobenhavn, Koln: EJ. Brill, 1989.
  12. Zamroni, Pendidikan untuk Demokrasi: Tantangan menuju Civil Society, Yogyakarta: Bigraf Publishing, 2001.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-09-15
Published: 2019-09-15
Section: Artikel
Article Statistics: 78 88