Pengaruh Penerapan Kegiatan Keagamaan di Lembaga Pendidikan Formal Terhadap Peningkatan Kecerdasan Spiritual Anak

A. Mustika Abidin* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/annisa.v12i1.452

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan keagamaan di lembaga pendidikan formal memberikan pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan spiritual anak. Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan keagamaan merupakan sistem kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Sehingga, seseorang yang memiliki agama yang baik atau hubungan yang kuat dengan Allah swt., akan memiliki kecerdasan spiritual yang baik pula sehingga akan berdampak pula kepada kepandaian orang tersebut dalam berinteraksi dengan manusia, karena dibantu oleh Allah yaitu hati manusia dijadikan cenderung kepada-Nya. Untuk itu, lingkungan sekolah yang merupakan lembaga formal juga mempengaruhi kecerdasan spiritual anak karena selain memperoleh pengetahuan, anak juga harus diberi contoh atau pemahaman akan perbuatan atau nilai. Jika guru memberi nilai kehidupan (ajaran keagamaan) yang baik untuk anak, maka akan membuat kecerdasan spiritual anak akan baik pula sehingga diharapkan anak mampu memaknai hidupnya dengan lebih baik.

This research shows that the application of religious activities in formal educational institutions has an influence on increasing children's spiritual intelligence. As it is known that religious activities are a system of beliefs and worship where a person can express clearly outwardly about his spirituality. So, someone who has a good religion or a strong relationship with God Almighty, will have a good spiritual intelligence so that it will also affect the intelligence of these people in interacting with humans, because it is assisted by God that human hearts are made inclined towards Him. For this reason, the school environment which is a formal institution also influences children's spiritual intelligence because in addition to gaining knowledge, children must also be given examples or understanding of their actions or values. If the teacher gives a good life value (religious teachings) for the child, it will make the children's spiritual intelligence will be good too so that the child is expected to be able to interpret his life better.

Keywords
penerapan kegiatan keagamaan; kecerdasan spritual anak; sopan santun; application of religious activities; children's spiritual intelligence
  1. Abd. Jabbar, Al-Qadhi. Al-Ma’na fi Abwab al-Tawhid, Jilid XII. Kiro: Muassasah al-Mishriyah al-Ammah li al-Nasyr, 2005.
  2. Abdullah, Udik. Meledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. Jakarta: Zikrul Hakim, 2005.
  3. Agustian, Ary Ginanjar Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Em¬si dan Spiritual:EQ (Emotuonal, Spiritual dan Quotient). Jakarta: Penerbit Agra, 2005.
  4. Alim. Muhammad. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006.
  5. Asmara, Toto. Kecerdasan Ruhaniyah (Trancendental Intelligence) Membentuk Kepribadian yang Bertanggung Jawab, Profesioanl dan Berakhla. Jakarta: Gema Insani Press, 2001.
  6. Darajat, Zakiyah. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Bulan Bintang, 2005.
  7. Departemen Agama RI, Al-Qur’an & Terjemahnya. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an Revisi Terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an, 2007.
  8. Hossein Nasr, Sayyed. Antara Tuhan, Manusia dalam Alam; Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spritual, terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Cet. Ke-1 Yogyakarta: IRCisoD, 2003.
  9. Jaya,Yahya. Spiritualisasi Islam Dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental. Jakarta: Ruhama, 2011.
  10. Kemendiknas. Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kemendiknas, 2010.
  11. Muhaimin. Kawasan dan Wawasan Studi Islam. Jakarta: Kencana, 2005.
  12. Muhyidin, Muhammad. Manajemen ESQ Power. Cet 3; Jogjakarta: DIVA Press, 2007.
  13. Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebudayaaan, Politik, Hukum. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
  14. Pasiak, Taufiq. Antara “Tuhan Empirik” dan Kesehatan Spiritual. Yogy¬karta: C-NET UIN Sunan Kalijaga, 2012.
  15. Pusat Bahasa. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
  16. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.
  17. Rembangy. Musthofa. Pendidikan Transformatif: Pergulatan Kritis Merumuskan Pendidikan di Tengah Pusaran Arus Globalisasi. Yogyakarta: Teras, 2008.
  18. Shaleh, Abdul Rachman. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa: Visi, Misi,dan Aksi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005.
  19. Shaleh, Abdurrahman. Pendidikan Agama dan Pengembangan Watak Bangsa. Jakarta: PT Raja Grafindo, 2006.
  20. Shihab, M. Quraish. Membumikan al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2003.
  21. Suwarno. Implementasi Pembelajaran Peta Konsep dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret, 2009.
  22. Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2009.
  23. Ulwan, Abdullah Nashih. Tarbiyah Ruhiyah, (Terj.), Ajid Muslim. Cet. 10; Jakarta: Rabbani Press, 2010.
  24. Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Asa Mandiri, 2006.
  25. Zohar, Danah dan Ian Marshall. SQ-Kecerdasan Spiritual. Bandung: Mizan, 2007.
  26. Zuhairini. Metodik Khusus Pendidikan Islam. Surabaya: Usaha Nasional, 2010.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-09-13
Published: 2019-09-15
Section: Artikel
Article Statistics: 118 157