ANALISIS PENGARUH BEAUTY VLOG TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK (STUDI PADA GADIS REMAJA DAN WANITA DEWASA MUSLIM DI KOTA WATAMPONE)

Haslinda Haslinda* -  IAIN Bone, Indonesia
Hasni Hasni -  IAIN Bone, Indonesia

DOI : 10.30863/an.v15i2.3647

This research aims to analyze the influence of beauty vlog on consumer decisions in two groups of cosmetic consumers in Watampone who have different psychologically. The first group is teenage girl respondents (unmarried girls) aged 12-25 years and the second group is adult women aged 26-45 years. Researcher used a quantitative approach by applying multiple linear regression analysis. From a theoretical point of view, it uses a marketing, communication, psychology and problem management approach. The research variable includes the dependent variable (Y) is the purchase decision and the independent variable is the beauty vlog which consists of the sub-variables of attractiveness (X1), expertise (X2), and trustworthiness (X3). The populations of the research were all teenage girls and Muslim adult women in Watampone. Researcher used purposive sample. This technique is included in the non-probability sampling technique with the criteria of being domiciled in Watampone, actively using cosmetics every day and having watched a beauty vlog at least once a month for the past year. Researcher conducted observations to determine the characteristics of beauty vlogs by choosing five beauty vlogs with the highest number of subscribers in Indonesia. This is conduct to get an overview of the research instrument, namely the questionnaire. Furthermore, the questionnaire was distributed to 100 respondents to determine the influence of beauty vlog on purchasing decisions for teenage girls and Muslim women. The results showed that there was no significant influence between the beauty vlog on the decision to buy cosmetics by teenage girls. There is a significant influence on adult women consumers, especially on the trustworthiness variable.

 

Penelitian ini menganalisis pengaruh beauty vlog terhadap keputusan konsumen pada dua kelompok konsumen kosmetik di kota Watampone yang secara psikologis memiliki perbedaan. Yaitu kelompok responden gadis remaja yakni gadis (belum menikah) yang berusia 12 – 25 tahun dan kelompok wanita dewasa yakni semua wanita yang berusia 26 – 45 tahun. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Dari sisi teori, digunakan pendekatan manajemen pemasaran, komunikasi, psikologi, dan maslahah. Adapun variabel dalam penelitian ini meliputi variabel terikat (Y) adalah keputusan pembelian dan variabel bebasnya adalah beauty vlog yang terdiri dari sub variabel attractiveness (X1), expertise (X2), dan trustworthiness (X3). Populasinya adalah seluruh gadis remaja dan wanita dewasa muslim yang ada di Watampone. Peneliti menggunakan purposive sampel. Teknik ini masuk ke dalam teknik non probability sampling dengan kriteria berdomisili di Watampone, aktif menggunakan kosmetik setiap hari dan pernah menyaksikan beauty vlog minimal 1 kali dalam sebulan selama satu tahun terakhir. Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui karakteristik beauty vlog dengan memilih lima beauty vlog dengan subscriber terbanyak di Indonesia. Ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran dalam pembuatan instrumen penelitian berupa kuesioner. Selanjutnya kuesioner disebar kepada 100 orang responden untuk mengetahui pengaruh beauty vlog terhadap keputusan pembelian kosmetik pada gadis remaja dan wanita dewasa muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara beauty vlog terhadap keputusan pembelian kosmetik oleh gadis remaja. Pengaruh signifikan terdapat pada konsumen wanita dewasa khususnya pada variabel trustworthiness.

Keywords
Beauty Vlog; Kosmetik; Gadis Remaja; Wanita Dewasa
  1. Anggraeni, R. D., Pangestuti, E., & Devita, L. D. R. (2018). Pengaruh Endorsement Beuty Vloger terhadap Minat beli Make Up Brand Lokal (Survey pada Peminat Kosmetik LT Pro yang Dipengaruhi oleh Video Vlog Ini Vindy di Kota Malang )Jurnal Administrasi Bisnis. Jurnal Administrasi Bisnis, 60(1), 155–162. http://www.indonesiaeconomicforum.com
  2. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2017). Infografis Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia: Survey 2017.
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2009). Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Nomor HK.00.05.4.1745 Tahun 2003 tentang kosmetik republik indonesia (Issue 88, pp. 1–155). Badan Pengawas Obat dan Makanan. https://www.bing.com/search?q=Kabupaten+Bone+dalam+Angka%3A+Bone+Regency+in+Figures+2017.&FORM=HDRSC1#
  4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone. (2017). Kabupaten Bone dalam Angka: Bone Regency in Figures 2017. Badan Pusat Statistik. https://www.bing.com/search?q=Kabupaten+Bone+dalam+Angka%3A+Bone+Regency+in+Figures+2017.&FORM=HDRSC1#
  5. Departemen Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al Qur’an Al Karim dan Terjemahnya (p. 122). PT Karya Toha Putra Semarang.
  6. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia: Kategori Umur. Departemen Kesehatan.
  7. Febriana, M., & Yulianto, E. (2018). PENGARUH ONLINE CONSUMER REVIEW OLEH BEAUTY VLOGGER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Angkatan 2014/2015 Dan 2015/2016 Yang Membeli Dan Menggunakan Purbasari Matte Lipstick). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 58(1), 1–9.
  8. Herimanto, P. B., & Indrojiono, F. (2005). Komunikasi Bisnis. Amara Books.
  9. Ismail, J. (2019). Hubungan Maslahah dengan Pola Konsumsi Kosmetik Menurut Pandangan Wahdah Islamiyah.
  10. Kotler, P., & Keller, K. L. (2007). Marketing Management (Terjemahan). PT Indeks.
  11. Sahaka, A. (2019). Hubungan Maslahah dengan Pola Konsumsi Kosmetik Menurut Pandangan Akademisi.
  12. Sudaryono. (2016). Manajemen Pemasaran: Teori dan Implementasi. Andi Offset.
  13. Suhra, S. (2019). Hubungan Maslahah dengan Pola Konsumsi Kosmetik Menurut Pandangan Nahdlatul Ulama.
  14. Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Andi Offset.
  15. Wardana. (2019). Hubungan Maslahah dengan Pola Konsumsi Kosmetik Menurut Pandangan Muhammadiyah.
  16. Widodo, W., & Mawardi, M. (2017). Pengaruh Beauty Vlogger Terhadap Source Characteristics Serta Dampaknya Terhadap Purchase Intention. Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 47(1), 63–69.
  17. Wikipedia. (2018). YouTuber. http://wikipedia.org/Beauty

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-12-23
Published: 2022-12-23
Section: Gender
Article Statistics: 217 344