KESETARAAN GENDER DI BIDANG PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Hasnidar Yuslin* -  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Ahmad Irfan -  IAIN Bone, Indonesia

DOI : 10.30863/an.v15i1.3545

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu ukuran dalam pembangunan manusia yang dicapai oleh suatu daerah. Penentu dalam pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah modal mausia. Penelitian ini menggunakan metode analisis data bersifat panel yang terdiri dari 24 kabupaten kota di provinsi Sulawesi Selatan dengan interval dari tahun 2016-2020. Hasil pengujian ditemukan bahwa model yang terbaik dalam penelitian ini adalah model FEM. Ditemukan bahwa kesetaraan gender di bidang pendidikan yang diukur oleh varibel rata-rata lama sekolah perempuan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan sebesar 0,32 persen dan variabel harapan lama sekolah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan sebesar 0,11 persen.


Economic growth is one measure of human development achieved in a region. One of the determinants of economic growth is human capital. This study used a panel data analysis method consisting of 24 districts in the province of South Sulawesi with intervals from 2016-2020. The  results found that the best model in this study is the FEM approach. It was found that gender equality in the field of education as measured by the variable average length of schooling for women was able to encourage economic growth in South Sulawesi by 0.32 percent and the variable the expectation of years of schooling was able to encourage economic growth in South Sulawesi by 0.11 percent.


Keywords
RSL Women; HLS Women; Economic Growth
  1. Ariani, Nani dan Indri A. J (2021). Analisis Indikator Komposit Indeks Pembangunan Manusia dan Kemiskinan terhadapa Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. 18(1), 1-12.
  2. Arofah, Irvana dan Siti Rohimah. (2019). Analisis Jalur untuk Pengaruh Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah terhadap Indeks Pembangunan Manusia Melalui Pengeluaran Riil Per Kapita di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Saintika UNPAM. 2(1), 76-87
  3. Badan Pusat Statistik (BPS). (n.d.). Indeks Pembangunan Gender. Jakarta, Indonesia.
  4. Badan Pusat Statistik Nasional. (n.d.). Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS): Rata-rata Lama Sekolah. Jakarta, Indonesia: BPS.
  5. Badan Pusat Statistik. (n.d.). Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS): Angka Harapan Lama Sekolah. Jakarta: Indonesia: BPS.
  6. Hughes, C., Marrs, C., & Sweetman, C. (2016). Introduction to Gender, Development and VAWG. Gender and Development, 24(2), 157–169. https://doi.org/10.1080/13552074.2016.1208471.
  7. Jhingan, M. (2010). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Terjemahan. Jakarta: Rajawali.
  8. Kementrian Pemberdayaan Perempuan (KPP). (2004). Bunga Rampai: Panduan dan bahan Pembelajaran Peltihan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Jakarta.
  9. Klasen, S., & Lamanna. (2009). The Impact of Gender Inequality in Education and Employment on Economic Growth: New Evidence for a Panel of Countries. Feminist Economist 15(3).
  10. Malhotra, N. (2007). Marketing Research: an applied orientation, pearson education, inc (5th ed.). New Jearsey.
  11. Mosses, J. (1996). Gender dan Pembangunan, terj. (Rifka Annisa Women's Crisis Center). Pustaka Pelajar.
  12. Ratih, Inayah Saswati, & dkk. (2021). Indeks Pembangunan Manusia. Jurnal Ekonomi Islam. 1(1).
  13. Said, A., & Sofaria Ayuni, dkk. (2016). Statistik Gender Tematik: Potret Ketimpangan Gender dalam Ekonomi. Jakarta: Kemetrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Cv Khatulistiwa.
  14. Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial. Cet. II Ed. 1. Bandung: PT Refika Aditama.
  15. Siswati, Endang, & dkk. (2018). Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro. 18(2).
  16. Sitorus, A. (2016). Dampak Ketimpangan Gender Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, . Jurnal Kesejahteraan Sosial, Sosio Informa 2(1), Januari-April.
  17. Suryadi, A. (2001). Analisis Gender dalam Pembangunan Pendidikan. Jakarta: Badana Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).
  18. Wau, T. (2021). Determinan Pertumbuhan Ekonomi daerah Kepulauan Nias. Jurnal Progres Ekonomi Pembangunan (JEP), 6(1), 39–48.
  19. World Bank. (2005). Introduction to Poverty Analysis: Poverty Manual. Jakarta: World Bank Institute.
  20. World Bank. (2011). Engendering Development: Through Gender Equity in Rights, resources, and Voice. Berlin: Oxford University Press.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-12-18
Published: 2022-06-03
Section: Gender
Article Statistics: 190 370