PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM ANAK

Baharuddin Baharuddin* -  IAIN Bone, Indonesia

DOI : 10.30863/an.v15i1.3544

Rendahnya self-esteem anak pada zaman sekarang  ini, anak remaja generasi Z yang mulai aktif di dunia perkembangan IT membuat orang tua menjadi hati-hati dalam melihat tumbuh kembang serta peningkatan anaknya apalagi setelah pada masa pandemic covid-19, anak selalu berada di rumah jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah dan di lingkungannya. Penelitian ini membahas tentang perang orangtua dalam meningkatkan self-esteem anak dari segi perkembangannya, faktor-faktor yang mempengaruhi, pengembangan self-esteem anak, serta peran ortu dalam mengembangkan harga diri anak dan perananan orang tua dalam peningkatan self-esteem anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pendekatan library research dan juga membanding beberapa penelitian terdahulu dari hasil penelitian tersebut memberikan suatu deskriptif terhadap penelitian yang sebelumnya sehingga menghasilkan suatu pembaharuan penelitian dari Peran orang tua dalam meningkatkan self-esteem anak. Harga diri menyangkut  perasaan bangga kepada anak sebagai hasil dari belajar mengerjakan sesuatu yang sesuai atas usaha sendiri. Di mana   seorang anak menghadapi suatu masalah serta menyelesaikan segala masalahnya dengan sendirinya merupakan suatu bukti meningkatnya rasa percaya diri anak tersebut yang akan menghasilkan evaluasi diri, serta serangkaian tujuan untuk diri Anak itu sendiri yang akan meningkatkan harga Anda pada akhirnya. Ada beberapa peran orangtua dalam meningkatkan self-esteem anak antara lain: Pertama, Tindakan anak yang diberikan oleh orangtua dapat mendorong untuk mendapatkan kebutuhanna sendiri, sehingga dapat meningkatkan perasaan mengenai siapa dirinya sendiri. Anak diperbolehkan untuk mengekspresikan pendapatnya sehingga anak dapat menghargai dirinya sendiri sebagai pribadi yang memiliki suatu arti. Kedua, Me time bagi anak sangatlah penting, jadi orangtua perlu memberi suatu kesempatan bagi anaknya jika anak tersebut membutuhkannya. Ketiga, rasa percaya diri anak tertuang dari segala prestasi yang diperolehnya yang menunjukkan bahwa anak dapat berdiri sendiri dan bangga akan dirinya sendiri.

Keywords
Children; Self Esteem
  1. Ariesandi S. Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018).
  2. Baharuddin, Parenting Styles During the Covid-19 Pandemic: A Conception of Islamic Family Law, Al-Bayyinah: Jurnal Hukum dan Kesyariahan, Volume 5 No.1 Janurary-June 2021, ISSN: 1979-7486 E-ISSN: 2580-5088, DOI : 10.35673/al-bayyinah.v5i1.788, PP: 13-28
  3. Baharuddin, Pentingnya Pola Komunilasi Orangtua Terhadap Perkembangan Pubertas Remaja, An-Nisa’: Jurnal Studi Gender dan Anak, P-ISSN: 1979-2751 E-ISSN: 2685-5712, Vol. 12, No. 1 Tahun 2019, DOI : 10.30863/annisa.v12i1.455, PP: 610-621.
  4. Branden, N. The Psichology of Self-Esteem. (New York: Bantam, 2001).
  5. Burns, R.B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan dan Prilaku. alih bahasa, Eddy; editor Surya Satyanegara.( Jakarta: Arcan, 1993).
  6. Baron, Robert A, & Byrne, Donn. Social Psychology-Ninth Edition. (Boston: Allyn and Bacon. 2003).
  7. Coopersmith, S. The Antecedents Of Self-Esteem. Cet. ke-2. (Pala Alto: Consulting Psychologists Pr. Inc, 1993).
  8. Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Panduan Bagi Orang Tua Dan Guru Dalam Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP,Dan SMA.(Bandung :PT. Remaja Rosdakarya, 2012).
  9. Dewi, Novi Cahya, Pengembangan Harga Diri Anak Usia Dini, Madinah: Jurnal Studi Islam, Volume 2 Nomor 2 Desember 2015, pp: 151-163.
  10. Koswara, E. Teori-Teori Kepribadian. (Bandung: PT. Eresco, 1991).
  11. Marzuki, A. Choiran, Anak Saleh dalam Asuhan Ibu Muslimah. (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2004).
  12. Nora, Maya Oktia, Pengaruh Kelekatan Dan Harga Diri Terhadap Kemampuan Bersosialisasi Anak, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 9 Edisi 2, November 2015.
  13. Muthmainnah, Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Pribadi Anak yang Androgynius Melalui Kegiatan Bermain, Jurnal Pendidikan Anak, Volume 1, Edisi 1, Juni 2012, PP: 103-112.
  14. Lengkanaa , Anggi Setia, Ayi Suhermanb, Rana Gustian Nugrahac , Entan Saptanid, Dukungan Sosial Orang Tua Dan Self-Esteem (Penelitian Terhadap Tim Kabupaten Sumedang Di Ajang O2SN Jawa Barat), JOSSAE (Journal Of Sport Science And Education) OPEN ACCESS E-ISSN Online: 2548-4699 Http://Journal.Unesa.Ac.Id/Index.Php/Jossae/Index Http://Dx.Doi.Org/10.26740/Jossae.V5n1.P1-11.
  15. Phelan, Thomas W. 1-2-3 Magic cara ajaib mendisiplinkan anak umur 2-12 tahun (diterjemahkan oleh Dwi Prabantini), (Yogykarta: Andi Copyright, 2009).
  16. Reamonn, Donnchadha, The Confident Child : Anak yang Percaya Diri. Terjemahan, (Penerbit Nirmala. Jakarta.2000).
  17. Safitri, Wirda, Ari Sofia, Vivi Irzalinda, Peran Orangtua Terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun, Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak, PG-PAUD FKIP Universitas Lampung, E-ISSN 2580-9504, P-ISSN 2775-4367.
  18. Santrock, John W. Life-Span Development, 5E. (Brown & Benchmark, Publishers Ltd. USA. 1995).
  19. Semiun, Yustinus,OFM., Kesehatan Mental: Pandangan Umum Mengenai Penyesuaian Diri dan Kesehatan Mental serta Teori-teori yang Terkait.( Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2016).
  20. Syamsu Yusuf, Nurihsan, Juntika. Landasan Bimbingan dan Konseling, (Bandung: Rosda Karya:2005).
  21. Vannoy, Steven W. 10 Anugrah Terindah Untuk Ananda (Cara Membesarkan Anak Dengan Hati), diterjemahkan oleh Alwiyah abdurrahman, (Bandung: Kaifa, 2000).

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-12-18
Published: 2022-06-02
Section: Anak
Article Statistics: 574 2038