PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK DALAM HADIS (TELAAH HADIS AHMAD N0. 6467)

abu bakar* -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI : 10.30863/alwajid.v1i1.879

Hadis tentang perintah mendidik anak untuk salat ternyata terdapat pendidikan seks di dalamnya. Orang tua wajib memberikan pembelajaran kepada anaknya tentang wajibnya melaksanakan salat, di sisi lain hadis tersbut mengandung pendidikan seks. Seks sering kali dianggap hal yang tabu di dalam keluarga. Padahal perintah pendidikan seks bagi anak diharuskan, baik dalam al-Qur’an maupun dalam hadis.

Hadis yang membicarakan tentang perintah mendidik anak untuk melaksanakan salat dibarengi dengan pendidikan seks bagi anak yakni memisahkan tempat tidur mereka sekalipun mereka sesama saudara dan jenis kelamin yang sama. Hal ini menjadi penting bagi orang tua, seharusnya sejak dini orang tua telah mengajarkan anaknya tentang batas aurat (seks) laki-laki dan perempuan. Perintah memisahkan tempat tidur anak mengandung nilai-nilai pendidikan seks. Di mana anak diajarkan agar tidak tidur bersama saudaranya sekalipun sama jenis kelamin. Karena ada beberapa dampak yang dapat ditimbulkan di antaranya potensi saling melihat alat kelamin, dapat memicu terjadinya homo seksual atau lesbian dan lain sebagainya.

Tulisan Ini menggunakan penelitian studi pustaka dengan metode analitis kritis melalui pendekatan metode tahlili. Masalah yang diangkat adalah: bagaimana pendidikan seks bagi anak dalam hadis Ahmad No. 6467?, bagaimana hubungan antara perintah salat dan pendidikan seks bagi anak dalam hadis Ahmad 6467?

 

Kata kunci: Pendidikan Seks Bagi Anak, Hadis Ahmad No.6467

 

  1. Ahmad, Arifuddin. Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi. Jakarta: Intimedia dan Insan Cemerlang, 2003
  2. Al-Farmawy, Abd al-Havy. Metode Tafsir Maudhu’y; Suatu Pengantar, Terjema Surya A. Jarman. Bandung: PT Raja Grafindo Persada, 1996
  3. Asrori, Ma’ruf dan Anang Zamroni. Bimbingangan Seks Islam. Surabaya: Mizan, 1997
  4. Gufron, Mohammad dan Rahmawati. Ulumul Hadis Praktis dan Mudah. Yogyakarta: Teras, 2013
  5. Hadrawi, Muhlis. Assikalibineng. Kitab Persetubuhan Bugis. Makassar: Ininnawa, 2010
  6. Heri Jauhari, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Bandung: Pustaka Setia, 2008), h. 35.
  7. Ibn al-Asy‘aṡ al-Sijistānī, Abū Dāud Sulaimān. Sunan Abū Dāūd. Program al-Maktabah al-Syāmilah” Ver. 2.2.1. http:WWW.shamela.ws.
  8. Ibn Ḥanbal, Aḥmad Ibn Muḥammad. Musnad al-Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal. Program al-Maktabah al-Syāmilah” Ver. 2.2.1. http:WWW.shamela.ws.
  9. Ismail, M. Syuhudi. Metodologi Penelitian Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1992
  10. Khon, Abdul Majid. Hadis Tarbawi, Hadis-hadis Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2014
  11. Lajnah Pentashih Al-Qura’an Kementerian Agama R.I-Ahmad Ali, at.al. Ar-Rahman The Inspire, Al-Qur’anul Karim., (Cet.1; Jakarta: Al-Qolam Publishing, 2014
  12. Nashih Ulwan, Abdullah. Tarbiyatul ‘Aulād Fi al-Islām, Terj. Khalilullah Ahmas Masjkur Hakim, Pendidikan Anak Menurut Islam; Pendidikan Seks. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996
  13. Nawawi, Hadari And Mimi Martini. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University, 1994
  14. Parrinder, Geoffrey. Sexual Morality, In The World’s Religions, Terj. Amiruddin Arrani. Teologi Seksual, (Cet.1; Yogyakarta: PT.LKis, 2004
  15. Pena, Tim Prima. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Terbaru dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Menurut Pedoman Lembaga Bahasa Nasional. t.t: Gitamedia Press, t.th.
  16. Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah Vo. VIII Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2012
  17. Surachmad, Winarto. Pengantar Penelitian Ilmiah: (Dasar-Dasar, Metode Teknik). Bandung: Tarsito, 2007
  18. Syekh Imam Al-Hafiz, Imaduddin Abul Fida Ismail ibnu al-Khatib Abu Hafs Umar ibnu Kasir. Tafsῑr al-Qur’ān al-adhzῑm Terj. Rekompilasi Ebook, Tafsir Ibnu Katsir. Kampung.sunnah.org. 2013

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-07-05
Published: 2020-06-23
Section: Articles
Article Statistics: 305 479