KONFLIK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA

Akbar Syamsuddin* -  MAN Kepulauan Selayar, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v6i1.865

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang faktor penyebab terjadinya konflik sosial, cara dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya konfik sosial, strategi-strategi dalam manajemen konflik sosial, faktor-faktor yang harus dihindari agar tidak terjadi konflik sosial agama serta langkah-langkah dalam meminimalkan konflik sosial agama. Metode dan analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif bersifat induktif. Analiasis data kualitatif bersifat induktif adalah suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi jawaban terhadap permasalahan dalam penelitian ini, dan dicari data secara berulang-ulang sehingga data yang terkumpul dapat diketahui diterima atau ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama konfik adalah faktor agama dan politik identitas agama. Agar hal ini tidak terjadi, maka harus ada transformasi pemikiran, pemahaman dan sikap inklusif, pluralis, dan demokratis. Oleh karena itu, jika terjadi konflik sosial, maka dibutuhkan strategi dalam memanage konflik sosial secara produktif dan efektif, dan berusaha meminimalkan konflik sosial agama dengan selalu menonjolkan persamaan dalam beragama, dialog keagamaan, melakukan kegiatan sosial yang melibatkan pemeluk agama dan menghindari sikap egoism dalam beragama.

 

Kata Kunci: Konflik Sosial, Sosiologi Agama, Eksklusifisme, Truth Claim, Inklusifisme, dan Pluralisme

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Aisyah BM, St. (2014). Konflik Sosial dalam Hubungan Antar Umat Beragama. Jurnal Dakwah Tabligh, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar, Vol. 15. No. 2, Desember.
  3. DeVito, Joseph A. (1997). Human Communication. Dialihbahasakan Agus Maulana dengan Judul Komunikasi Antarmanusia. Edisi V; Jakarta: Professional Books.
  4. Ghazali, Adeng Muchtar. (2016). Toleransi Beragama dan Kerukunan dalam Perspektif Islam dalam Jurnal Religious : Jurnal Agama dan Lintas Budaya, Vol. 1 No. 1 September.
  5. Hawi, Akmal. (2014). Seluk Beluk Ilmu Jiwa Agama. Cet. I; Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  6. Mubaraq, Zulfi. (2007). Sosiologi Agama. Malang: UIN-Press.
  7. Nata, Abuddin. (2016). Sosiologi Pendidikan Islam. Cet. II; Jakarta: Rajawali Pers.
  8. Philips, Gerardette dan Ziaulhaq, Mochammad. (2019). Intergritas Terbuka: Keterampilan Berdialog Antar Umat Beragama. Malang: Madani Media.
  9. Rahmat, Noor. Sosio-Teologis: Memahami Dualitas Perspektif Pluralisme Agama di Indonesia dalam Jurnal Harmoni, Volume 11 Nomor 2, April-Juni 2012.
  10. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Cet. I; Bandung: Alfabeta.
  11. Thabara, Fahim. (2016). Sosiologi Agama: Konsep, Metode Riset, dan Konflik Sosial. Malang: Madani.
  12. Toisuta, Hasbollah. (2019). Beragama dalam Masyarakat Plural. Dalam Babun Suhato, et. all dengan Judul Moderasi Beragama: Dari Indonesia Untuk Dunia. Cet. I; Yogyakarta: LKiS.
  13. Yaumi, Muhammad. Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar dan Implementasi. Cet. II; Jakarta: Kencana, 2014.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-07-01
Published: 2020-06-30
Section: Articles
Article Statistics: 5520 12230