KORELASI KEHIDUPAN BERISLAM MASYARAKAT DESA BARUGA DENGAN KEMAKMURAN, KEAMANAN DAN KETENTRAMAN HIDUP

Mukran H. Usman* -  Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia
Aswar Aswar -  Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v6i1.845

 

Kehidupan berislam masyarakat Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros tampak begitu nyata. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, di antaranya adalah keberadaan masjid di semua dusun yang ada. Aktivitas salat berjemaah yang rutin terlihat di masjid-masjid tersebut dan keberadaan kegiatan taklim pekanan magrib isya di beberapa masjid. Dalam kondisi keberislaman yang nyata tersebut, warga muslim Desa Baruga juga bisa dikatakan sebagai masyarakat yang memiliki kehidupan yang makmur dengan indikator sebagai desa swasembada. Desa yang aman tentram dengan indikator Desa Baruga dikatakan sebagai desa religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana korelasi kehidupan berislam masyarakat Desa Baruga dengan kondisi kehidupan yang makmur, aman dan tentram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, sosiologis dan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat implikasi kehidupan berislam masyarakat Desa Baruga dengan kehidupan masyarakat yang makmur, aman dan tentram. Ihwal tersebut tampak dari hasil pertanian yang baik yang mencukupi kebutuhan keluarga (masyarakat), tingkat kejahatan yang kurang, dan eratnya hubungan persaudaraan di antara warga masyarakat Desa Baruga.

 

 

Kata Kunci: Korelasi, Desa Baruga, Makmur, Aman, Tentram.

  1. Al-Qur’an.
  2. Abdullah Muhammad Ga>nim al-Gunaima>n. (1426 H) Al-Sa’a>dah fi> al-Mandzu>r al-Isla>mi> (Cet. 1; Yaman: Da>r ibnu Hazam).
  3. al-A>miri>, A. M. G. (1426 H). Al-Sa'a>dah fi> al-Mandzu>r al-Isla>mi> (Vol. 1). Yaman: Da>r Ibnu Hazam.
  4. al-Dubaikhi>, K. i. M. (t.th). Dali>l al-Furo>s wa al-Wasa>il al-Dakwiyyah (Vol. 1). Saudi Arabia: Wiza>ratu al-Auqo>f al-Su'u>diyyah.
  5. al-Fu>ri, S. a.-M. (t.th). Al-Rohi>ki al-Makhtu>m (Vol. 1). Beirut: Da>r al-Hila>l.
  6. al-Muqtiri>, U. (t.th.). Al-Dakwah al-Fardiyyah wa Ahammiyatuha fi> Tarbiyati al-Ajya>l (Vol. 1). Saudi Arabia: Wiza>ratu al-Auqo>f al-Su'u>diyyah.
  7. al-Qazawaini>, I. M. A. A. M. i. Y. (t.th). Sunan Ibnu Ma>jah (Vol. 2). t.t.: Da>r Ihya al-Kutub al-Arabi>.
  8. al-Ro>dzi, F. (1420 H). Al--Tafsi>r al-Kabi>r (Vol. 19). Beirut Da>r Ihya al-Turo>ts al-Arabi>.
  9. al-Sa'di>, A. (2000 M/1420 H). Taisi>r al-Kari>mu al-Rahma>n fi> Tafsi>r Kala>mi al-Manna>n (Vol. 1). Beirut: Muassasatu al-Risa>lah.
  10. al-Sajasta>ni>, A. D. S. (t.th). Sunan Abu Daud (Vol. 4). Beirut: Al-Maktabah al-Asriyah.
  11. al-Tirmizi>, M. i. I. (1395). sunan al-tirmidzi> (Vol. 4). Mesir: Sya>rikatun al-Maktabah al-Ba>bi al-Halabi>.
  12. al-Usaimin, M. i. S. (t.th). Ta'a>wun al-Dakwah wa Asaruhu fi> al-Mujtama' (Vol. 1). t.t: Al-Maktabah al-Sya>milah.
  13. Aliyudin, M. (2009). Pengembangan Masyarakat Islam Dalam Sistem Dakwah Islamiyah. ilmu dakwah, 4(14), 785.
  14. Don, S. G. d. A. G. H. (2015). Model Dakwah : Satu Analisis Teoritikal. Ulum Islamiyah, 16, 25-29.
  15. Fahmi, Y. (1439/2018). Sukses Dalam al-Qur'an (Studi Tafsir fi Zilal al-Qur'an). Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.
  16. Farih, A. (2016). Nahdlatul Ulama (NU) dan Kontribusinya Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). walisongo, 24(2), 252.
  17. Hizbullah, M. (2018). Dakwah Harakah, Radikalisme, dan Tantangannya di Indonesia. misykat al-anwar, 29(2), 12.
  18. Ikhwan, A. (2018, 2 oktober). Peran Agama Sebagai Alat Utama Untuk Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Ponorogo.
  19. Imran, A. (2015). Peranan Agama Dalam Perubahan Sosial Masyarakat. Hikmah, 2(1), 25-26.
  20. Jumadi. (2010). Institusi Sara' di Maros Sulawesi Selatan. attoriolong, 7(2), 36.
  21. Maros, P. K. (2014). Struktur Ekonomi Kabupaten Maros Berdasarkan Lapangan Usaha Menurut Harga Konstan Tahun 2011-2012 (Dalam Jutaan). Retrieved from sippa.ciptakarya.pu.go.id/
  22. Maryatin. (2014). Efektifitas Metode Ceramah Dalam Penyampaian Dakwah Islam. ilmu dakwah, 34(1), 111.
  23. Nur, A. (2015). Maros Pada Masa DI/TII 1953-1965. (s2), Universitas Negeri Makassar, Makassar. Retrieved from http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/3407
  24. Nur Aisyah, P., dan H.M Rasyid Ridha. (2018). Baraka : Basis Pertahanan DI/TII di Sulawesi Selatan (1953-1965). Pattingalloang, 5(2), 58.
  25. Nur, M. d. M. (2017). Ragam Hias pada Makam di Komplek Mesjid Makam Turikale di Maros Sulawesi Selatan. KALPATARU, 26(1), 27. doi:10.24832/kpt.v26i1.222
  26. Prihanto, H. (2017). Analisis Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Untuk Menabung di Bank Syariah. provita, 10(1), 13.
  27. Radeya, S. H. (t.th). Konsep Happines dan Pengukurannya.
  28. Riska, dkk. (2007). Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan. Jakarta.
  29. Riwana, A. R. d. A. (2019). Peran Pesantren Dalam Dunia Pendidikan Islam di Indonesia.
  30. Rosmawati. (2017). Makam-makam Kuno Sebagai Bukti Tamadun Islam di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 1, 7-9.
  31. Sudjana. (2018). Hakikat Adil dan Makmur Sebagai Landasan Hidup Dalam Mewujudkan Ketahanan Untuk Mencapai masyarakat sejahtera melalui pembangunan nasional berdasarkan pancasila. Ketahanan Nasional, 24(2), 141.
  32. Takhim, M. (2016). Sistem Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Masyarakat. Islam dan Sosial, 10(4), 84.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-06-30
Published: 2020-06-30
Section: Articles
Article Statistics: 586 653