PENDEKATAN HERMENEUTIK DALAM MEMAHAMI INTERAKSI NABI SAW. DENGAN OPOSISI DI MADINAH

Abdul Hakim* -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v4i2.625

Pemahaman terhadap interaksi Nabi SAW. dengan Yahudi dan Nasrani, terdapat perbedaan pendapat. Hal ini disebabkan karena adanya pemahaman yang parsial sehingga menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi Nabi saw. dengan oposisi di Madinah secara utuh dan komprehensif melalui pendekatan hermeneutik. Penelitian ini adalah penelitian kepustakan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif. dan hermeneutik. Paradigm hermeneutik yang jika dilihat dari segi bentuknya terdiri dari hermeneutika analitis, psikososial dan ontologis. Khusus dalam memahami teks dalam penelitian seperti ini (hadis-hadis interaksi), maka hermeneutik psiko-sosial merupakan jenis yang memadai. Berdasarkan hal ini maka diproleh hasil sebagai berikut bahwa dengan pemahaman yang utuh melalui kontekstualisasi pendekatan teologis/normatif dan hermeneutik, maka dengan sendirinya teori yang dikembangkan oleh Hannah Rahman akan terbantahkan. Kekeliruan yang dilakukan oleh Hannah Rahman karena berangkat dari teori konflik Karl Marx yang dikembangkan oleh Vilfredo Pareto dan Lewis Coser. Kekeliruan ini dapat terbantah melalui Paradigma Naturalistik atau biasa disebut paradigma defenisi sosial. Paradigma ini dipelopori oleh Max Weber. Ia mengartikan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial yang “penuh arti” antar hubungan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan individu sepanjang tindakannya tersebut mempunyai makna subyektif bagi dirinya dan diarahkan bagi tindakan orang lain. Dengan demikian, melalui pendekatan hermeneutik psiko-sosial tindakan-tindakan nabi terhadap oposisi Madinah dapat dipahami dengan benar.

Keywords

Hermeneutik; Nabi; Oposisi; Madinah

  1. Abdullah, Prof. Dr. M. Amin, Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif, Cet. II, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
  2. Ahmad, Prof. Dr. H. Arifuddin, Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ma‘a>ni al-Ha>dis, Cet. II; Makassar: Alauddin Universty Press, 2013.
  3. Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Madinah al-Munawwarah: Mujamma‘ al-Malik Lit-Tiba>‘ah al-Mushaf al-Syari>f, 1993.
  4. Esaak, Farid, Qur’an Liberation and Pluralism, Oxford: One World, 1997.
  5. al-Ghaza>li, Muhammad, Fiqh U- Seerah : Understanding the Life of Prophet Muhammad, terj. Kamdani, Sejarah Perjalanan Hidup Muhammmad, Cet. IV; Yogyakarta: 2005.
  6. Hasan, Muhammmad Khalifah, Ta>ri>kh Ad-Diya>nah Al-Yahu>diyah, terj. Abdul Shomad dan Faisal Saleh, Sejarah Agama Yahudi, Cet. I, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2009.
  7. Hidayat, Komaruddin, Memahami Bahasa Agama, Sebuah Kajian Hermeneutik, Jakarta: yayasan Paramadina, 1996.
  8. ------------, Menafsirkan Kehendak Tuhan, Cet. II; Jakarta: Teraju, 2004.
  9. Howard, Roy. J., Three Faces of Hermeneutics: An Introduction to Current Teories of Understanding, diterjemahkan oleh Kusmana dan M.S. Nasrullah dengan Judul: Pengantar atas Teori-Teori Pemahaman Kontemporer. Hermeneutika: Wacana Analitik, Psikososial dan Ontologis, Cet. II; Bandung: Yayasan Nuansa Cendikia, 2001.
  10. Lapidus, Ira. M., Sejarah Sosial Umat Islam, terj. Ghufron A. Mas’adi, Jilid 1 dan 2.
  11. Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
  12. Mustafa, Agus, Perlukah Negara Islam, Surabaya: PADMA Press, t.th.
  13. Phipps, William E., Muhammad and Jesus: A Comparison of the Prophets and Their Teachings, terj. Ilyas Hasan dengan judul, Muhammad & Isa: Telaah Kritis atas Risalah dan Sosoknya, cet. V; Jakarta: Mizan, 2001.
  14. al-Qusyairi>, Ima>m Abu> Husain Muslim Ibn Hajja>j, S{ahi>h Muslim, Juz. III Cet.I; Kairo: Da>r al-Hadi>s, 1991.
  15. Rahman, Hannah (Haifa), “Pertentangan Antara Nabi dan Golongan Oposisi di Madinah” dalam : Pandangan Barat Terhadap Islam Lama, Jakarta: INIS, 2010.
  16. Robertson, Roland, Agama dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, Jakarta: Rajawali Pers, 1988.
  17. al-Sijistani>, Imam Abu> Da>ud Sulaima>n Ibn al-Asy’as , Sunan Abu> Da>ud, Juz. III. Beirut : Da>r Al-Fikr, t.th.
  18. Suprayogo, Prof. Dr. Imam, dan Drs. Tabroni M.Si., Metododlogi Penelitian Sosial Agama, cet. 2; Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2003.
  19. Sumaryono, E., Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat, Yogyakarta: Kanisisus, 1999.
  20. Suriasumantri, Jujun, “Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan”, dalam Mastuhu dkk, Tradisi Penelitian Agama Islam, Bandung: Nuansa, 1998

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-01-27
Published: 2018-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 340 604