KONDISI SOSIAL PETANI KOPI DESA UJUNG BULU, KECAMATAN RUMBIA, KABUPATEN JENEPONTO

Sutrisno Sutrisno* -  Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v5i2.592

Abstract

 

This study aims to determine the socio-economic conditions of Ujung Bulu Village, Rumbia District, Jeneponto Regency. This research uses descriptive quantitative research methods which are generally economic conditions viewed from economic aspects such as livelihoods, welfare and income levels. then from the social aspect seen from the level of education, health and perceptions of young people. The data source used 187 household respondents. Data were collected using a questionnaire and supported by structured interviews.The results showed that the level of income of the majority of people in Ujung Bulu Village was middle to lower, as well as the income of the agricultural sector community. The majority of Ujung Bulu Village residents work as farmers, while other sectors are mostly traders.The majority of households in Ujung Bulu Village already have a decent place to live according to some criteria and ownership status of their own building. Based on the educational background in general, Ujung Bulu Village people have a low education level with the last level of education being the elementary school level.

 

Keywords: Socio-Economic Conditions, Farming, Income, Education Level, Welfare

  1. Affandi Rustam, dkk. (2017). Analisis Spasial Pelayanan Fasilitas Sosial Ekonomi Di Kelurahan Giripurwo. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Berkelanjutan. 188-191.
  2. Arifin, Bustanul. (2004). Refleksi dan Perkembangan Agribisnis di Indonesia.
  3. Jurnal Agrimedia, Institut Pertanian Bogor Vol.4. IPB. Bogor.
  4. Badan Pusat Statistik (BPS). Jeneponto Dalam Angka 2017. Katalog BPS 1102001.1375 diakses dari http://www.bps.go.id/, diakses pada tanggal 17 Mei 2018 pada jam 19.37 WIB.
  5. Damsar dan Indriani. (2009). Pengantar Sosiologi Ekonomi. PT. Kharisma Utama, Jakarta.
  6. Fiendry Yusril. (2007). Analisis Spasial Penyebaran Fasilitas-Fasilitas Pelayanan dan Tingkat Efisiensi Pelayanan Desa. Skripsi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
  7. Isnam, Junais dkk. (2019). Integrasi pendekatan sosio-spasial dalam perencanaan penggunaan lahan untuk komoditas agribisnis: Studi Kasus kabupaten tertinggal di sulawesi selatan, Indonesia. 2-3.
  8. Jayadinata, J,T. (1999). Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah. Edisi ke-3. ITB. Bandung.
  9. Krisbandono Adji dkk. (2015). Policy Brief: Pemetaan Sosial Ekonomi dan Lingkungan, Pusat Litbang dan Penerapan Teknologi dan Badan Litbang Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jakarta.
  10. Muh Sukriyanto AR. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Produksi dan Aksesibilitas Informasi Pertanian di Desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.Skripsi.Makassar.Universitas Muhammadiyah Makassar.
  11. Pemerintah Indonesia. (2013). Pedoman Pemetaan Sosial Ekonomi dan Lingkungan Bidang Pekerjaan Umum. Lembaran Negara RI Tahun 2013, No. 05. Sekretariat Negara. Jakarta.
  12. Rudito, Bambang dan Melia Famiola. (2008). Social Mapping: Metode Pemetaan Sosial Teknik Memahami Suatu Masyarakat atau Komuniti. Bandung Rekayasa Sains.
  13. Prayogo, Dody. (2003). “Pemetaan Sosial Mengenai Hubungan Korporasi-Komunitas Lokal" dalam Masyarakat. Jurnal Sosiologi. Edisi No 12.Depok: Labsosio FISIP-UI.
  14. Rahardjo, Pudji. (2012). Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya: Jakarta.
  15. RPJM Desa Ujung Bulu. (2016). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2016-2021 Kabupaten Jeneponto.
  16. Saepul Asep dan Baharuddin.E. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Apklikasi dalam Pendidikan. Deepublish. Daerah Istimewa Yogyakarta.
  17. Saragih, Bungaran. (2001). Suara dari Bogor: Membangun Sistem Agribisnis. Yayasan USESE. Bogor.
  18. Soekartawi. (1993). Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Raja Garfindo Persada, Jakarta.
  19. Spillane, J.J. (1990). Komoditi Kopi Peranannya Dalam perekonomian Indonesia. Kanisius, Yogyakarta.
  20. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B.Bandung: Alfabeta.
  21. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  22. Suharto, Edy. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
  23. Suriadi Andi. (2015). Pemetaan Sosial Ekonomi Dan Lingkungan Mendukung Pengembangan Kawasan Dan Konservasi Ekosistem Danau Tempe Sulawesi Selatan. Pusat Litbang dan Penerapan Teknologi dan Badan Litbang Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jakarta.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-01-13
Published: 2019-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 435 1175