SAYID QUTUB DAN TAFSIRNYA FĪ ZHILĀL AL-QUR’ĀN (METODOLOGI TAFSIR DAN PEMAHAMAN NASAKH)

Abdul Kallang* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/ajdsk.v8i1.3247

Salah satu mufassir kontemporer yang banyak dilirik oleh kaum muslimin dewasa ini, adalah Sayid Qutub. Beliau memiliki banyak pemikiran baru melalui perenungannya terhadap ayat-ayat Al-Quran, dan karena pemikirannya yang cerdas dan cemerlang itu, namanya dikenal secara luas di dunia Islam dewasa ini. Sayid Qutub melalui perenungan dan pemahamannya secara akurat terhadap ayat-ayat Al-Quran, menyebabkan dirinya melahirkan sebuah karya tafsir dengan sosoknya yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan metodologi tafsir dan pemahaman nasakh Sayid Qutub dalam tafsir yang diberinya judul Fī Zhilāl al-Qur’ān yang sangat kaya dengan metodologi, dan salah satu keunikannya adalah teknik interpretasinya dalam masalah nasakh dalam Al-Quran. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-datanya diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian. Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pendukung. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa pada umumnya mufassir di era kontemporer memiliki kecenderungan untuk melahirkan karya dengan metode tematik, terutama kalangan mufassir yang bergelut dalam dunia akademik. Namun beda halnya dengan Sayid Qutub yang walaupun dia bergelut dalam dunia akademik, justru yang mejadi penekanan dalam karya tafsirnya adalah pada metode tahlīliy yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Quran dari seluruh aspeknya secara runtut sebagaimana yang tersusun dalam mushaf. Adapun sumber penafsirannya adalah dalil-dalil ma’śūr dan ra’yu. Kemudian dalam menganalisis ayat, Sayid Qutub senantiasa mendasarkan dirinya pada cara tashwīr, tajsīm, juga mengungkap kisah, dan ayat-ayat tersebut diuraikannya dengan menggunakan bahasa sastra yang indah. Menurut Sayid Qutub, nasakh dalam Al-Quran bukan sebagai “penghapus”, tetapi nasakh adalah identik dengan teori “al-Munāsabah”, yakni keterkaitan siyāq al-āyah yang turun sebelumnya dengan ayat yang datang sesudahnya, sebagai penyempurna kandungan hukum dalam upaya memperkuat akidah umat.

Kata Kunci: Fī Zhilāl al-Qur’ān; Metode Tahlīliy; Nasakh.
Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-11-11
Published: 2022-06-30
Section: Articles
Article Statistics: 299 1063