STIGMA TERHADAP PENYAKIT KUSTA: TINJAUAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Muhammad Najmuddin* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/ajdsk.v8i1.3246

Stigma kusta membuat penderita bahkan keluarganya dikucilkan masyarakat. Penderita kusta menjadi terpinggirkan, tidak diterima di lingkungan sekitarnya. Kehidupan sosial mereka terhambat, bahkan tidak sedikit yang mendapat penolakan dari keluarganya dan ditinggalkan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi sosial kusta, serta untuk mengidentifikasi stigma diri dan stigma publik terkait penyakit kusta dalam tinjauan komunikasi antarpribadi. Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam gejala dan fenomena komunikasi antarpribadi pasien kusta di Kota Makassar menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini mengambil lokasi di Kompleks Penderita Kusta Jongaya. Subjek penelitian adalah pasien kusta yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian ini melihat pola pembentukan konsep diri pasien kusta mencakup dua hal, antara lain; pertama, persepsi dalam dirinya (in self) berkaitan dengan bagaimana pasien kusta mempersepsi dirinya secara fisik. Kedua, persepsi di luar dirinya (out self) berkaitan dengan bagaimana orang lain menilai diri pasien kusta. Konsep diri pasien kusta dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain: gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran diri, dan identitas diri.

 

Kata Kunci: Stigma, Kusta, Komunikasi Antarpribadi

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-11-11
Published: 2022-06-30
Section: Articles
Article Statistics: 497 1093