AKTIVITAS DAKWAH SEMASA PANDEMI DI KELURAHAN BONTOMANAI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN (Transformasi, Peluang, dan Tantangannya)

Nirwan Wahyudi AR* -  Institut Agama Islam Negeri Majene, Indonesia
Muslimin Muslimin -  UIN Alauddin Makassar, Indonesia
Fitriani Fitriani -  Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v8i1.3040

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi dakwah semasa pandemi Covid-19 di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan beserta peluang dan tantangannya, dengan spesifikasi lokus di Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu. Peneliti menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan pengumpulan data berbasis lapangan dan dianalisis dengan model anasisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan dakwah di Bontomanai terlaksana seperti kajian dakwah pada umunya, yaitu dakwah tatap muka antara dai dan mad’u. Namun, setelah Covid-19 dinyatakan sebagai wabah yang berbahaya, maka kegiatan dakwah pun bertransformasi dari kajian dakwah tatap muka menjadi kajian dakwah virtual yang memanfaatkan new media sebagai perantara. Adanya dakwah virtual berpotensi lebih mudah menjangkau mad’u yang lebih banyak khususnya di masa pandemi Covid-19 di mana aktivitas dakwah tatap muka mengalami keterbatasan. Namun, di sisi lain terdapat sejumlah tantangan atau hambatan, seperti masalah jaringan internet, perangkat yang tidak memadai, minimnya literasi masyarakat tentang teknologi dan informasi.


Keywords
transformasi dakwah; digitalisasi dakwah; covid-19.
Full Text: