OTORITAS PEREMPUAN DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT (Analisis Pendekatan Feminisme terhadap QS. Al-Mujadilah/ 58 : 1-4)

Aulanni’am Aulanni’am1* -  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Nursanti Dwi Oktavia -  Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
Sholahuddin Zamzambela -  Madrasah Aliyan Negeri 1 Bantul, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v7i2.2433

Al-Qur’an dari berbagai sisinya memberikan petunjuk dan hikmah kepada pembacanya, hal tersebut tentunya tidak serta merta didapat begitu saja. Penelitian terhadap Al-Qur’an sangat dibutuhkan untuk pemaknaan Al-Qur’an secara baik dan mendalam. Salah satu sisi Al-Qur’an adalah adanya kisah yang diceritakan dalam Al-Qur’an, baik itu secara implisit, atau juga kisah yang secara tidak langsung mempengaruhi turunnya ayat-ayat dalam Al-Qur’an atau eksplisit. Salah satu kisah yang erat kaitannya dengan ayat dalam Al-Qur’an adalah kisah “Perempuan yang Menggugat”. Tokoh yang sangat berperan dalam kisah tersebut adalah Khaulah binti Tsa’labah, dan tentunya juga Nabi Muhammad Saw. Dari kisah tersebut akan muncul banyak makna ketika dilakukan pembacaan secara komprehensif, salah satu pisau yang dapat digunakan untuk membaca kisah tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan feminisme. Penelitian ini akan memaparkan hal tersebut, Kisah Khaulah binti Tsa’labah yang melatarbelakangi turunnya ayat pada surat Al-Mujadilah, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan pendekatan feminisme. Sumber data yang digunakan adalah penjelasan-penjelasan tentang kisah Khaulah binti Tsalabah dalam Al-Qur’an. Sumber lain yang mendukung penelitian ini juga digunakan, yang berasal dari kitab tafsir dan hadits. Penelitian ini mencoba menguatkan asumsi awal bahwa perempuan juga mempunyai hak atau otoritas dalam kehidupan berkeluarga, terutama tentang hal-hal yang menyangkut dengan diri dan pribadinya.

  1. Al-Baghawi, Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud. Ma’alim al-Tanzil. Juz 8. Al-Qahirah: Dar al-Thaibah. 1997
  2. Al-Bukhari, Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim al-Mughirah. Al-Jami’ al-Shahih. Juz 9. Al-Qahirah: Dar al-Syu’b. 1987
  3. Al-Nasa’i, Ahmad ibn Syu’aib Abu Abd Rahaman. Al-Mujtaba min al-Sunan. Juz 6. Halb: Maktabah al-Mathbu’at al-Islamiyyah. 1986
  4. Al-Qazwaini, bnu Majah Abu Abdullah Muhammad bin Yazid. Sunan Ibnu Majah. Juz 1. Al-Qahirah: Maktabah al-Mu’athi. 1986
  5. Al-Qurthubi, Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad. Al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an. Juz 17. Al-Qahirah: Dar al-Kitab al-Mishriyyah. 1996
  6. Al-Shabuni, Ali. Al-Tibyan fi Ulum al-Qur’an: Ikhtisar Ulumul Qur’an Praktis. Terj. Muhammad Qodirun Nur. Jakarta: Pustaka Amani. 2001
  7. Al-Suyuthi, Jalal al-Din Muhammad. Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an. Juz 1. Beirut: Dar al-Fikr. 2008
  8. Al-Syafi’i, Abu al-Hasan Ali Ibn Ahmad al-Naisaburi. Al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz. Juz 1. t.p: t.tp. t.th.
  9. Al-Syafi’i,Muhammad bin Idris. Al-Mustashfa. Haramain: Al-Aqsha, t.th.
  10. Al-Syaibani, Ahmad bin Hanbal Abu Abdullah. Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Juz 6. Al-Qahirah: Muassasah al-Qurtubah. 1987
  11. Al-Thabari, Muhammad ibn Jarir. Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Juz 23. Al-Qahirah: Muassasah al-Risalah. 2000
  12. Al-Tsa’labi, Abu Zaid Abd al-Rahman bin Muhammad bin Makhluf. Al-Jawahir al-Hasan fi Tafsir al-Qur’an. Juz 4. t.p: t.tt. t.th.
  13. Amal, Taufik Adnan. Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an. Tangerang: PT. Pustaka alvabet. 2013
  14. Ash-Shiddiqy, T.M. Hasby. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/ Kalam. Semarang: Pustaka Rizki Putra. 2009
  15. Dahlan, Abd. Rahmad. Ushul Fiqh, Ed. Achmad Zirzis, Ed. 1. Cet. 3. Jakarta: Amzah. 2013
  16. Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: Toha Putra 2010
  17. Muttaqin, Yazid. “Khaulah binti Tsa’labah: Perempuan yang Memprotes Nabi, Dibela Allah”, https://islam.nu.or.id diakses pada 10 Juni 2020
  18. Respati, Djenar. Sejarah Agama-agama di Indonesia: Mengungkap Proses Masuk dan Perkembangannya. Yogyakarta: Araska. 2014
  19. Shihab, M. Quraish. Kaidah Tafsir. Tangerang: Lentera Hati. 2013
  20. Thanthawi, Muhammad Sayyid. Mabahits fi Ulum al-Qur’an: Ulumul Qur’an Teori dan Metodologi. Ed. Ahmad Syaifuddin. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013
  21. Waryono. “Perempuan Menggugat (Kajian Q.S. Al-Mujadilah (58): 1-6)”, Musawa. Vol. 16, No. 2, Juli 2017
  22. Qudratullah, Qudratulah. “Konsep Jurnalisme Dakwah Dalam Mencegah Tindak Korupsi.” NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam 16, no. 2 (2019): 294. https://doi.org/10.19105/nuansa.v16i2.2642.
  23. Aliyah, Ida Hidayatul, Siti Komariah, and Endah Ratnawaty Chotim. “FEMINISME INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH.” TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial 1, no. 2 (October 1, 2018): 140–53. https://doi.org/10.15575/jt.v1i2.3296.
  24. Hidayati, Nuril. “TEORI FEMINISME: SEJARAH, PERKEMBANGAN DAN RELEVANSINYA DENGAN KAJIAN KEISLAMAN KONTEMPORER.” Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender 14, no. 1 (January 22, 2019): 21-29–29. https://doi.org/10.15408/harkat.v14i1.10403.
  25. Karim, Abdul. “FEMINISME: SEBUAH MODEL PENELITIAN KUALITATIF.” Sawwa: Jurnal Studi Gender 10, no. 1 (October 30, 2014): 83–98. https://doi.org/10.21580/sa.v10i1.643.
  26. ———. “KERANGKA STUDI FEMINISME (Model Penelitian Kualitatif tentang Perempuan dalam Koridor Sosial Keagamaan).” FIKRAH 2, no. 1 (June 27, 2014). https://doi.org/10.21043/fikrah.v2i1.550.
  27. Nuryati. “FEMINISME DALAM KEPEMIMPINAN.” Jurnal Istinbath 16, no. 2 (June 2015): 161–79.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-02-10
Published: 2021-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 307 373