POVERTY PORN: KOMODIFIKASI DAN ETIKA MEDIA

Rosniar Rosniar* -  , Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v7i2.2384

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan distribusi konten proverty porn yang digunakan oleh organisasi nirlaba maupun organisasi media untuk tujuan komersial. Untuk memeroleh data yang representatif, metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-data diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian. Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pendukung. Sehingga ditemukan sebuah hasil yang mengungkapkan bahwa poverty porn telah melakukan komodifikasi terhadap penderitaan orang-orang miskin dengan mengorbankan penekanan stereotip negatif dan merendahkan individu untuk keuntungan finansial. Dalam situasi tersebut, media bertindak sebagai pemberi kebenaran pada realitas penderitaan dengan secara aktif melalui produksi dan distribusi konten media untuk menjangkau konsumen (khalayak) seluas mungkin. Dalam prinsip etika media, poverty porn telah mengabaikan hak privasi dalam bentuk representasi media tentang eksploitasi penderitaan. Pada sisi yang berbeda, poverty porn menyangkal matriks kompleks faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kemiskinan, hanya memberi rasa kepuasan moral berupa pemberian donasi tanpa melakukan advokasi.

  1. DeVito, Joseph A. Komunikasi Interpribadi. Edisi Kelima, Terjemahan olehAgus Maulana. Tangerang: Karisma Publishing Group. 2011.
  2. Hesmondhalgh, David & Baker, Sarah. Creative Labour: Media Work in Three Cultural Industries. Abingdon & New York: Routledge. 2010.
  3. Kaskure, Nadezda & Krivorotko, Jana. Poverty Porn as a Sign of a Postcolonial Wall Between “Us” and “Them”. Lund University. 2014.
  4. Kasong, Usman. Ekonomi Media; Pengantar Konsep dan Aplikasi. Bandung: Ghalia Indonesia. 2009.
  5. Kriyantono, Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana. 2008.
  6. Kusumaningrat, Hikmat & Kusumaningrat Purnama, Jurnalistik Teori dan Praktik, Remaja Rosdakarya, Bandung, Cetakan Pertama, 2005.
  7. Lilie Chouliaraki, Lilie & Orgad, Shani Orgad. (2011). Proper Distance: Mediation, Ethics, Otherness. International Journal of Cultural Studies, 341–345.
  8. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung. 2009.
  9. Mosco, Vincent. The Political Economy of Communication. London : SAGE Publications LTD. 2009.
  10. Ong, J.C. Charity Appeals as “Poverty Porn”? Production Ethics in Representing Suffering Children and Typhoon Haiyan Beneficiaries in the Philippines. In Banks, M., Conor, B. & Mayer, V. Production Studies, the Sequel! Cultural Studies of Global Media Industries. New York & Oxford: Routledge. 2005.
  11. Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).
  12. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung. 2014.
  13. Utami, Atika Budhi Utami & Assagaf Aviska Ahmad. Kemiskinan dalam Tayangan TV Indonesia. Jurnal Konvergensi Vol. 2 No. 1 (Februari 2020), 80-161.
  14. West, Richard dan Turner, Lynn H. Pengantar Teori Komunikasi: Analisi dan Aplikasi Buku 2. Terjemahan oleh Maria Natalia Damayanti Maer. Jakarta. Salemba Humanika. 2007.
  15. Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2008.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-01-15
Published: 2021-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 34475 19618