PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN SALAT BERJAMAAH DI MASJID DARUSSALAM DI DESA MARIORILAU KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG

Syamsidar Syamsidar* -  , Indonesia
Sukma Sukma -  UIN Alauddin Makassar, Indonesia
Asrul Asrul -  UIN Alauddin Makassar, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v7i2.2366

Penelitian ini berfokus pada peran penyuluh agama Islam dalam meningkatkan salat berjamaan di masjid. Seiring dengan perkembangan zaman, masjid terlihat sepi dalam pelaksanaan ibadah oleh umat Islam saat ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian yang berupaya memberikan gambaran mengenai fenomena dan keadaan yang terjadi di lokasi penelitian berdasarkan kondisi alamiah (natural setting) dari objek penelitian, karena berdasar pada kondisi alamiah itu maka berbagai fenomena yang nampak tersebut kemudian dieksploitasi dan diperdalam untuk mengacu pada pelaku, waktu, tempat, dan kejadian yang ada secara kontekstual melalui pengumpulan data yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang mengandalkan data dari kondisi objektif yang terjadi di lapangan atau lokasi penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwan (1) Upaya Penyuluh Agama Islam dalam meningkatkan salat berjamaah di Masjid Darussalam di Desa Mariorilau Kecamatan Mariowawo Kabupaten Soppeng ada 5 yaitu: Penyuluh Agama Islam melakukan identifikasi, melihat kondisi masyarakat, melakukan pendekatan persuasif, memberikan ceramah keagamaan pada masyarakat, dan memberikan materi yang tepat. (2) Faktor pendukung dan penghambat Penyuluh Agama Islam dalam meningkatkan salat berjamaah di Masjid Darussalam di Desa Mariorilau Kecamatan Mariowawo Kabupaten Soppeng yaitu: faktor pendukung ada 3 yaitu, kerjasama antara pemerintah dan Penyuluh Agama Islam dalam hal memberikan bimbingan kepada masyarakat tentang pentingnya salat berjamaah di masjid, tingginya toleransi masyarakat di Desa Mariorilu, dan teknologi informasi komunikasi.

  1. Alquranul Karim
  2. Adz-Dzaki, Hamdani Bakran. Psikoterapi dan Konseling Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2001.
  3. Al-Abrasy, Muhammad Athiyah. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Cet. II; Jakarta: Bulan Bintang, 1974.
  4. Ali, M. Sayuti., Metodologi Penelitian Agama Pendidikan Teori dan Praktek, Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
  5. Ardani, M. Fiqhi Ibadah Praktis. Cet: I; Jakarta : PT Mitra Cahaya Utama, 2008 .
  6. Arifin, M. Bimbingan Penyuluhan Islam, Cet. III; Jakarta: Bina Aksara, 2000.
  7. Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif, Cet. II; Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
  8. Dradjat, Dzakiah. Kesehatan Mental Peranannya dalam Pendidikan dan Pengajaran, Jakarta: IAIN, 1984.
  9. ______________. Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental, Jakarta: Bulan Bintang, 1982.
  10. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2012.
  11. Fajar, Abdullah. Peradaban Manusia, Cet. I, Jakarta: Rajawali Pers, 1991.
  12. G. Zimbardo. Psikologi Agama, Bandung: Grafindo Kamiran Wuryo, 1986.
  13. Gerungan, W. A. Psikologi Sosial, Cet. II; Bandung: PT. RefikaAditama, 2009.
  14. Hasan, Alwi, dkk., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2003.
  15. Jaelani, A. F. Penyucian Jiwa (Tazkiyat Al-Nafs) & Kesehatan Mental, Cet. II; Jakarta: Amzah, 2001.
  16. Jalaluddin. Psikologi Agama, Cet.VIII; Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2004.
  17. Kamariah, Satori, Djam’an., dan Aan., Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet.I; Bandung: Alfabeta, 2008.
  18. Kartono., Kartini, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: Mandar Maju, 1989.
  19. Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah-Nya,
  20. ___________________, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama(Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, 2015.
  21. Lubis, Namora Lumongga., Memahami Dasar-Dasar Konseling dalam Teori dan Praktik (Jakarta: Kencana, 2011.
  22. Maleong,., Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007.
  23. Mubarok Achmad, Al Irsyad An Nafsy, Konseling Agama Teori dan Kasus, Jakarta: PT. Bina Rena Prawira, 2000.
  24. Mufidah, Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender, Malang: UIN-Malang Press, 2008.
  25. Munir, M., Metode Dakwah,, Jakarta: Kencana, 2006.
  26. Musnamar, Tohari. Dasar-Dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islam, Yogyakarta: UII Press, 1992.
  27. Nashori,Fuad., Potensi-Potensi Manusia, Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
  28. Pedoman Penyuluh Agama Islam Non PNS Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, 2017.
  29. Poerwadarminta, W. JS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2000.
  30. S. Nasution, Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
  31. Soehartono, Irwan., Metode Penelitian Sosial, Cet.VII; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008.
  32. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, dan R&D, Cet. XXV; Bandung: Alfabeta, 2017.
  33. Tim Pusat Studi Pancasila UGM, Membangun Kedaulatan Bangsa Berdasarkan NilaiNilai Pancasila: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kawasan Terluar Terdepan dan Tertinggal, Cet. I; Yogyakarta: Pusat Studi Pancasila Universitas Gadja Mada, 2015.
  34. Wahyudi, Catur Marginalisasi dan Keberadaban Masyarakat, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015.
  35. Walgito, Bimo., Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir), Yogyakarta: Andi Offset, 2005.
  36. ____________. Bimbingan Konseling, Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2010.
  37. _____________. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Edisi Keempat, Cet.II; Yogyakarta: PT Andi Offset,1993.
  38. Zainal, M Arifin, Izep. Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-01-11
Published: 2021-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 275 1021