PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PETANI

Anti Anti* -  , Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v7i1.1739

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penyuluh pertanian dalam melakukan penyuluhan sebagai komunikator yang dapat memberikan pengembangan kemampuan bagi para petani. Petani yang masih terisolir dengan dunia luar cenderung memiliki ekefektifan dalam komunikasi dua arah (dialog) dengan pendekatan interpersonal apabila diberikan penyuluhan. Hal tersebut karena mereka perlu penekanan yang lebih bagi mereka mengenai pesan-pesan komunikasi yang disampaikan, apalagi isi dari pesan komunikasi tersebut merupakan hal yang baru mereka dapatkan. Dengan adanya kompetensi komunikasi yang dimiliki seorang penyuluh pertanian, akan berdampak pada perilaku petani dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya dalam sektor pertanian. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, data-data yang diperoleh bersumber dari kajian-kajian yang memiliki relevansi dengan penelitian ini. Dalam melakukan komunikasi penyuluhan, ada beberapa yang mendasar yang perlu diperhatikan penyuluh dalam memberikan materi sehingga dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh para petani, di antaranya: (1) Penyuluhan sebaiknya dilakukan pada saat petani sedang tidak memiliki kesibukan sebagai petani; (2) Materinya sesuai dengan kebutuhan petani. Jika saat itu mereka akan menanam bawang, maka materi penyuluhannya sebaiknya memuat arahan menanam bawang dengan baik dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapinya; (3) Menggunakan media penyalur informasi yang menarik; (4) Dibutuhkan komunikasi persuasif dalam mengarahkan petani sehingga ada kepercayaan untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian; (5) Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Jika harus menggunakan bahasa atau aksen daerah, itu perlu dilakukan oleh penyuluh pertanian; (6) Penyuluh pertanian harus intens melakukan komunikasi dnegan para petani sebagai bahan evaluasi agar dapat melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya.
Kata Kunci: Penyuluh Pertanian; Petani; Komunikasi; Komunikator

  1. Dubey, V.K. Extension Education and Management. Harvard: New Age International Publisher. 2008.
  2. Liliweri. Komunikasi Serba Makna Serba Ada. Jakarta: Prenada Media Group. 2011.
  3. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007.
  4. Pangerang. Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya. PPL Kabupaten Maros. 2016.
  5. Ray,G.L, Extensison Communication and Management. India: Kalyani. 2011.
  6. Suadnya. The Study of Successful and Less Successful Farmer Groups in The “Supra Insus” Program in West Lombok, Indonesia. Unpublished Masters Thesis, The University of Queensland, Australia. 1998.
  7. Suprapto. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: MedPress. 2009.
  8. Syahyuti. Peran Strategi Penyuluh Swadaya dalam Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian Indonesia. Jurnal Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor. 2014.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-08-13
Published: 2021-06-30
Section: Articles
Article Statistics: 1744 3158