KEADILAN SAHABAT DAN KEMAKSUMAN IMAM (Perbedaan Sunni dan Syi’ah dalam Qawa‘id al-Tahdis)

Muhammad Dirman Rasyid* -  IAIN Parepare, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v6i2.1181

Penelitian ini bertujuan memaparkan perbedaan pandangan antara Sunni dan Syi’ah dalam kaidah periwayatan hadis tentang keadaan rawi berkaitan dengan konsep keadilan sahabat (al-‘ada>lah al-s}ah}a>bah) dan kemaksuman imam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan cara mengumpulkan literatur terkait kemudian disajikan secara deskriptif kualitatif, yaitu menampilkan data sebagaimana adanya kemudian dianalisis (content analysis). Keadilan sahabat merupakan sebuah konsep yang memandang bahwa semua sahabat Nabi saw. itu bersifat adil sehingga informasi dari para sahabat tentang riwayat dari Nabi saw. tidak perlu diragukan. Konsep keadilan sahabat ini memandang bahwa tidak diperlukan kritik terhadap rawi dari kalangan sahabat. Adapun, kemaksuman imam adalah konsep dari Syi’ah yang meyakini bahwa para imam Syi’ah itu terbebas dari dos,a baik kecil maupun besar bahkan terhindar dari kelalaian dan lupa. Sehingga dalam konteks periwayatan hadis tentu apa yang disampaikan imam adalah benar. Sunni dan Syi’ah berbeda pendapat pada kedua konsep tersebut. Sunni jelas menolak konsep kemaksuman imam sebab menurut Sunni kemaksuman hanya pada para nabi. Sementara, Syi’ah pun menolak konsep yang menyatakan semua sahabat itu adil, sehingga masih diperlukan kritik terhadap rawi dari kalangan sahabat.

Kata Kunci: Hadis, Sahabat, Imam, Sunni, Syi’ah.

  1. Al-Qur’an al-Karim
  2. al-Bukha>ri>, Muhammad Ibn Isma>‘i>l. S{ah{i>h} al-Bukha>ri>, Juz 5. [t.t.]: Da>r T{auq al-Naja>h, 1422 H.
  3. Fadhilah, Nur. “Keadilan Sahabat Nabi dalam Perspektif Fuad Jabali”. Mutawatir 2, no. 1 (Juni 2012): h. 110-127.
  4. al-Fairu>za>ba>di>, Abu> Muh}ammad Majd al-Di>n. Al-Qa>mu>s al-Muh}i>t}, Juz 1. Cet. VIII; Beirut: Mu’assasah al-Risa>lah, 2005 M/1426 H.
  5. al-Fayyu>mi>, Abu> al-‘Abba>s. al-Mis}ba>h} al-Muni>r fi Gari>b Syarh} al-Kabi>r, Juz 2. Beirut: al-Maktabah al-‘Ilmiyyah, [t.th.].
  6. al-H{a>kim, Abu> ‘Abdullah. Al-Mustadrak ‘ala al-S{ah}i>h}ain, Juz 3. Beirut: Da>r al-Kutub al- ‘Ilmiyyah, 1990 M/1411 H.
  7. Ibn Fa>ris, Abu> al-H}usain Ah}mad. Mu‘jam Maqa>yi>s al-Lugah, Juz 1, 3, 4. [t.t.]: Da>r-Fikr, 1979 M/1399 H.
  8. al-Juwaini>, Abu> Ma‘a>li>. Giya>s al-Umam fi al-Tayyas al-Z{ulm. Iskandariyyah: Da>r al-Da‘wah, [t.th].
  9. Kementrian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya. Cet. III; Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2013 M/1434 H.
  10. al-Kubaisi>, ‘Iya>dah Ayyu>b. S{ah}a>bah Rasu>l Allah S{alla Allah ‘Alaihi wa Sallam fi al-Kita>b wa al-Sunnah. Beirut: Al-Mana>r, 1986 M/1407 H.
  11. al-Mi>la>ni>, Al-Sayyid ‘Ali al-H{usaini>. al-‘Is}mah. Iran: Markaz al-Abh}a>s al-‘Aqa>’id, 1421 H.
  12. Nurmahni, “Ahmad Amin: Kritik dan Pemikirannya Tentang Hadis”. Jurnal Khatulistiwa 1, no. 1 (Maret 2011): h. 79-88.
  13. al-Qafa>ri>, Na>sir Ibn ‘Abdullah Ibn ‘Ali>. Us}u>l Mazhab al-Syi>‘ah al-Ima>miyyah al-Isna ‘Asyariyyah: ‘Ard} wa Naqd, Juz 2. Cet. II; [t.t.]: [t.p.], 1994 M/1415 H.
  14. al-Suyu>t}i, Jala>l al-Di>n.Tadri>b al-Ra>wi> fi Syarh} Taqri>b al-Nawa>wi>, Juz 2. [t.t.]: Da>r T{aibah, [t.th.].
  15. al-Tajli>l, Abu> T{a>lib. Al-Bara>hi>n al-Sa>t}i‘ah ‘ala I‘tiqa>da>t al-Ima>miyyah. [t.t.]: Mu’assasah fi T{ari>q al-H{aq, [t.th.].
  16. al-Tami>mi>, Mans}u>r Ibn Rasyi>d. al-‘Is}mah fi D{au‘ ‘Aqidah Ahl al-Sunnah wa al-Jama>‘ah. Riyadh: Maktabah Rusyd, 2013 M/1435 H.
  17. Tangngareng, Tasmin. “Telaah Historis Terhadap Keadilan Sahabat”. Al-Fikr 14, no. 3 (2010): h. 447-460.
  18. Ya‘qu>b, Ah}mad H{usain. Naz}riyyah ‘Ada>lah al-S{ah}a>bah. Cet. IX; Iran: Markaz al-Abh}a>s al- ‘Aqa>’id, 1439 H.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-01-16
Published: 2020-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 29 38