PESANTREN, KYAI DAN TAREKAT (Potret Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia)

Idrus L* -  Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI : 10.35673/ajdsk.v6i2.1160

This article aims to understand the existence of pesantren (Islamic boarding school) in the history of Islamic education in Indonesia, the roles and linkages of kyai and tariqah in the traditional education system. The study found that pesantren are Islamic educational institutions that are culturally formed from the traditional, unique, and indigenous Indonesian culture. The success of Islamic teachings is inseparable from the role of kyai as an essential element for pesantren. The knowledge tariqah possessed by kyai, as a manifestation of the sufism teachings, is one aspect that characterizes the value system of ahl al-sunnah wa al-jama'ah embraced by pesantren. The connection is implemented in the form of existence of pesantren as a tariqah teaching media. On a small scale, the tarekat itself is used as a means of deed (amaliyah) in fostering the spirituality and morality of the students (santri) in pesantren.

 

Keywords: Pesantren, Kyai, Tarekat, Islamic Education

 

  1. Bawani, I. Tradisionalisme dalam Pendidikan Islam. Surabaya: Al-Ikhlas. 1993.
  2. Buchori, M. Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. 1994.
  3. Daulay, H. P. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana. 2007.
  4. Abdullah, Irwan. Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
  5. Dhofier, Z. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES. tth.
  6. Haedari, H. Masa depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Kompleksitas Global (A. Amin & A. Hanif, eds.). Jakarta: IRD Press. 2004.
  7. Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 1996.
  8. Ismail, F. Paradigma Kebudayaan Islam, Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Titian Ilahi Press. 1997.
  9. Madjid, N. Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina. 1997.
  10. Majid, N. Merumuskan Kembali Tujuan Pendidikan Islam. In D. Rahardjo (Ed.), Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun Dari Bawah (p. 3). Jakarta: P3M. 1985.
  11. Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS. 1994.
  12. Mukti, A. No Title (1st ed.). Jakarta: Rajawali Press. 1981.
  13. Saridjo, M. Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia. Jakarta: Dharma Bhakti. 1979.
  14. Sjadizili, A. F. (n.d.). Pesantren, Jangkar Islam Nusantara. Retrieved June 23, 2019, from www.pondokpesantren.net
  15. Steenbrink, K. A. Pesantren, Madrasah, Sekolah, Pendidikan Islam dalam Kurun Modern (2nd ed.). Jakarta: LP3ES. 1994.
  16. Thohir, A. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Bandung: Pustaka Hidayah. 2002.
  17. Wahid, A. Asal-Usul Tradisi Keilmuan di Pesantren, dalam Menggerakkan Tradisi: Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta: LKis. 2001.
  18. Yasmadi. Modernisasi Pesantren. Jakarta: Quantum Teaching. 2005.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-01-04
Published: 2020-12-31
Section: Articles
Article Statistics: 32 110