KONSELING REMINISCENCE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI SENTRA GAU MABAJI GOWA
DOI:
https://doi.org/10.30863/jbpi.v3i2.8070Keywords:
Kualitas Hidup Lansia, Konseling ReminiscenceAbstract
Penuaan pada individu akan menyebabkan perasaan kesepian, marah, depresi, dan kehilangan rasa percaya diri, sehingga mempengaruhi kualitas hidup lansia. Terapi Reminiscence akan membantu mencapai kualitas hidup yang baik. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan konseling Reminiscence. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan pada klien lansia melalui pengkajian, intervensi, implementasi, dan feedback dalam meningkatkan kualitas hidup dengan menggunakan dua responden. Hasil: berdasarkan pengukuran kualitas hidup setelah diterapi kedua responden mengalami peningkatan kualitas hidup yang baik yang sebelum diterapi terdapat penurunan kualitas hidup pada kesehatan fisik, psikologis dan hubungan sosial, Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terapi Reminiscence dapat meningkatkan kualitas hidup lansia, hal ini dibuktikan dengan hasil kualitas hidup lansia kedua subjek studi kasus setelah diberikan Konseling Reminiscence mengalami kualitas hidup yang baik.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with La Tenriruwa: Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.