Main Hakim Sendiri atas Nama Kesusilaan: Tinjauan Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia terhadap Praktik Penggerebekan Warga di Rumah Sewa

Authors

  • Andi Aswar Universitas Tadulako, Palu
  • Asia Andi Pananrangi Universitas Andi Sudirman, Bone
  • Reza Alief Andi Universitas Tadulako, Palu
  • Ahmad Nugraha Abrar Universitas Tadulako, Palu

DOI:

https://doi.org/10.30863/ekspose.v25i1.11324

Keywords:

vigilantism, morality enforcment, community raids, crimminal law, human rights

Abstract

This study examines the practice of community raids against unmarried couples residing in boarding houses and rented housing, which are often justified in the name of enforcing moral norms. Although such practices are framed as efforts to maintain social order, they raise serious legal concerns when conducted without lawful authority and due process. This study aims to analyze the practice of community raids from the perspectives of criminal law and human rights and to assess whether such actions constitute taking or enforcing the law into one’s own hands, which in modern terms is commonly referred to as vigilantism. This study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches through the examination of relevant legislation, legal doctrines, and scholarly opinions related to criminal law and human rights. The findings indicate that community raids lack legal authority, may give rise to criminal liability, and violate fundamental human rights, particularly the right to privacy and protection from arbitrary actions. The study emphasizes the necessity of clear normative boundaries on community participation in enforcing morality to ensure consistency with the rule of law and human rights protection.

 

Fenomena penggerebekan oleh warga terhadap pasangan bukan suami istri di kost dan kontrakan kerap dibenarkan atas dasar penegakan norma kesusilaan. Praktik tersebut, meskipun berangkat dari nilai moral dan ketertiban sosial, menimbulkan persoalan hukum serius ketika dilakukan tanpa kewenangan dan prosedur hukum yang sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penggerebekan warga dari perspektif hukum pidana dan hak asasi manusia serta menilai apakah tindakan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai bentuk main hakim sendiri (eigenrichting). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggerebekan warga tidak memiliki dasar kewenangan hukum, berpotensi menimbulkan pertanggungjawaban pidana, serta melanggar hak asasi manusia, khususnya hak atas privasi dan perlindungan dari tindakan sewenang-wenang. Penelitian ini menegaskan perlunya pembatasan normatif terhadap peran warga dalam menjaga ketertiban dan norma kesusilaan agar tetap selaras dengan prinsip negara hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

References

Adiyatma, S. E. (2023). Legal Paradox: Protection of Victims Taking the Law into Vigilantism. Ius Poenale, 4(2), 95–112. https://doi.org/10.25041/ip.v4i2.3004

Amiruddin, & Asikin, Z. (2016). Pengantar metode penelitian hukum. Rajawali Pers.

Arief, B. N. (2018). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Kencana Prenadamedia Group.

Asshiddiqie, J. (2016). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.

Chumairo’, M., Ma’shumiyyah, A., & Syah, S. (2025). CRIMINOLOGICAL REVIEW OF THE MOB BEATING INCIDENT IN SUKOLILO, INDONESIA. Walisongo Law Review (Walrev), 7(1), 52–66. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.26046

Danardana, A. dan V. P. S. (2022). Kriminalisasi fenomena penyimpangan sosial kumpul kebo (. JUSTITIA ET PAX Jurnal Hukum, 38(1), 209–238. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/justitiaetpax/article/view/5713/2644

Darmawan, S. P. (2023). Hak Konstitusional Atas Privasi Di Era Digital. Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 12(3), 2089–7146.

Duda, lia mastari, Ishak, R., & Moonti, roy marthen. (2025). Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Hukum Tata Negara Indonesia Dan Perspektif Hukum Islam. 06(1), 38–51. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28459981/%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.resenv.2025.100208%0Ahttp://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps:

Hakim, L., & Mindari, S. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pengguna Media Sosial dalam Tidak Pidana Penyebaran Foto dan Video Asusila Melalui Akun Korban (Studi Putusan Nomor: 1061/Pid.Sus/2023/PN. Tjk). Case Law - Journal of Law, 1–7.

Handoyo, T. T., Arsyad, N., & Hambali, A. R. (2025). Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Main Hakim Sendiri. https://www.merdeka.com/peristiwa/main-hakim-sendiri-5-warga-makassar-aniaya-pria-

Ibrahim, J. (2013). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Jelita Ningrum, A., & Aminulloh, A. (2024). Jurnal Komunikasi Nusantara Vigilantisme Digital dalam Aksi Boikot Produk Israel di Media Sosial. Jurnal Komunikasi Nusantar, 6(1), 145–160. https://doi.org/10.33366/jkn.v%vi%i.487

Khairunnisa, I., Hatta, M., & Muhibuddin, M. (2025). PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) (Studi Penelitian di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 7(4). https://doi.org/10.29103/jimfh.v7i4.18939

Kuswandi, & Oktaviani, M. A. (2025). Analisis Kriminologis terhadap Tindakan Main Hakim Sendiri (Vigilantisme) di Kehidupan Masyarakat. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(2), 15. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i2.5176

Malik, A. A., Reihan, A., Asmak, H., & Hosnah, U. (2024). TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2, 2018–2037. https://doi.org/https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i4.744

Marzuki, P. . (2017a). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana Prenadamedia Group.

Marzuki, P. M. (2017b). Penelitian Hukum. kencana.

Matković, A. (2018). Legal characteristics of vigilantism. Pravni Zapisi, 9(1), 96–110. https://doi.org/10.5937/pravzap0-16748

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Muladi. (2015). Hak asasi manusia: Politik, hukum, dan implementasinya. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Muladi, & Arief, B. N. (2016). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.

Purwadi, D., Amiruddin, & Pancaningrum, R. K. (2022). Hukum Pidana (Hukum Pidana). Jurnal Ketha Semaya, 10(3), 717–726.

Riyadi, E. (2018). Hukum hak asasi manusia: Perspektif nasional dan internasional. Rajawali Pers.

Sabila, S., & Utami, K. (2024). Personal Data Protection and Its Regulatory. Domus Legalis Cogitatio, 2(2), 157–171.

Safriadi, A. (2025). Perlindungan Data Pribadi Konsumen Shopee Paylater Di Kota Bukittinggi Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Nomor 27 Tahun 2022. Datin Law Jurnal, 6(1), 61–75. https://doi.org/10.36355/dlj.v6i1.1706

Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Tessalonika Mingguw, N., Hukum Universitas Padjadjaran, F., Raya Bandung Sumedang, J. K., Jatinangor, K., Sumedang, K., & Barat, J. (2025). Hak Privasi Era Digital: Konstitusi, Legislasi, Tantangan dan Hambatannya dalam Realitas Media Elektronik di Indonesia. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 109–121. https://ejournal.appihi.or.id/index.php/Federalisme/article/view/624

Trottier, D. (2017). Digital Vigilantism as Weaponisation of Visibility. Philosophy and Technology, 30(1), 55–72. https://doi.org/10.1007/s13347-016-0216-4

Usfunan, M. A., Ratna, D., & Hariyanto, S. (2023). Analisis Hukum Penggerebekan Polisi Terhadap Pasangan Kumpul Kebo Dari Perspektif Ham. Jurnal Kertha Semaya, 11(9), 2131–2139. https://doi.org/10.24843/KS.2023.v11.i09.p11

Wahjono, P. (2011). Indonesia negara berdasarkan atas hukum. Ghalia Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-06

Issue

Section

Articles