EFEKTIVITAS PERMAINAN ENGKLEK PADA PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.30863/an.v17i2.7745Keywords:
Permainan engklek, Perkembangan motorik, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan engklek pada perkembangan psikomotorik anak usia dini, metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Literature Review. Dengan melakukan beberapa tahapan yaitu mengidentifikasi, mengkaji, dan menafsirkan dari berbagai penelitian. Artikel Literature Review ini menggunakan artikel terbitan dengan rentan tahun 2020-2024 yang diakses melalui Google Scholar kemudian dilakukan peninjauan literatur untuk menemukan penelitian yang berkaitan. Hasil kajian menunjukkan bahwa engklek tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mengembangkan kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan fisik anak. Selain itu, permainan ini melatih kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang penting bagi perkembangan kognitif anak. Dalam konteks modern, pelestarian permainan tradisional seperti engklek sangat penting untuk memberikan stimulasi fisik dan sosial yang optimal bagi anak, serta menjaga budaya lokalReferences
Adpriyadi. (2017). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar melalui Permainan Tradisional Engklek pada Anak Kelompok B. Jurnal Pendidikan Dan Pengembangan Masyarakat, 4(2), 187 – 198. https://doi.org/10.21831/jppm.v4i2.10016.
Agus, R. M., & Fahrizqi, E. B. (2020). Analisis Tingkat Kepercayaan Diri Saat Bertanding Atlet Pencak Silat Perguruan Satria Sejati. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 19(2), 164–174
Asmariani, A. (2016). Konsep media pembelajaran PAUD. Al-Afkar : Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 25-42
Decaprio, C. (2013). Aplikasi Teori Pembelajaran Motorik di Sekolah. Yogyakarta: Diva Press.
Desvarosa, E. (2016). Penerapan Permainan Tradisional Engklek Dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Bina Guna. Jurnal Handayani: Jurnal Kajian Pendidikan Pra Sekolah Dan Pendidikan Dasar, 6(1), 109-116.
DOI: https://doi.org/10.24114/jh.v6i1.5042
Kurniati, E. (2016), Permainan Tradisional dan Perannya dalam mengembangkan keterampilan Sosial Anak, Jakarta: Prenadamedia Group, 23-28
Fabian, T., Rynne, S., Hapeta, J., & Giles, A. R. (2024). The Pedagogization of Traditional Indigenous Games in Canada, Australia, and Aotearoa New Zealand. Journal of Teaching in Physical Education, 43(3), 532-538. Doi: https://doi.org/10.1123/jtpe.2023-0047
Gallahue, D. L. (2012). Understanding Motor Development: Infants, Children, Adolescents, Adults. McGraw-Hill.
Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Jahja, Y. (2012). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenadamedia Group
Matsekoleng, T. K., Mapotse, T. A., & Gumbo, M. T. (2022). The role of indigenous games in education: a technology and environmental education perspective. Diaspora, Indigenous, and Minority Education, 18(1), 68–82. https://doi.org/10.1080/15595692.2022.2160436
Megarisna, 7 Permainan Unik Dunia Seperti di Indonesia, dalam artikel http:/7 Permainan Unik Dunia Seperti Di Indonesia – E-Book Info.html.
Mulyani, A. (2016). Permainan Tradisional Engklek Sebagai Media Pembelajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Mulyani, N. (2016), Super Asyik Permainan Tradisional Anak Indonesia, Yogyakarta: Diva Press, 49.
Munawaroh, H. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran dengan Permainan Tradisional Engklek Sebagai Sarana Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 1(2), 86 –96. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.19
Murti, T. (2018). Perkembangan Fisik Motorik Dan Perseptual Serta Implikasinya Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar.Wahana Sekolah Dasar, 26(1), 21–28.
Nissa, A. K., Agustini, F., & Kiswoyo. (2019). Keefektifan Permainan Tradisional Engklek terhadap Keaktifan Belajar PPKn Siswa Kelas III SD Negeri 1 Karangmulyo Kendal. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 6(1), 45 – 55. DOI: https://doi.org/10.36835/modeling.v6i1.350
Pereira, A. S. M., & Venâncio, L. (2021). African and Indigenous games and activities: a pilot study on their legitimacy and complexity in Brazilian physical education teaching. Sport, education and society, 26(7), 718-732. https://doi.org/10.1080/13573322.2021.1902298
Permendiknas No. 58, (2009). Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
Rahman, T., Sumardi, & Cahyani, D. D. (2020). Profil Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini. JPdK, 2(2), 143-151. DOI:10.31004/jpdk.v2i1.894
Santrock, J. W. (2011). Child Development. New York: McGraw-Hill.
Sari, E. (2018). Pelestarian Permainan Tradisional sebagai Sarana Pembelajaran Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 45-53.
Srikandi, S., Suardana, I. M., & Sulthoni. (2020). Membentuk Karakter Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional. Jurnal Penelitian: Teori, Penelitian Dan Pengembangan, 5(12). https://doi.org/10.17977/jptpp.v5i12.14364.
Suyadi, R. (2015). Permainan Tradisional untuk Tumbuh Kembang Anak. Malang: Aditya Media.
Theobald, M., Danby, S., Einarsdottir, J., & Bourne, J. (2015). Children's perspectives of play and learning for educational practice. Education Sciences, 5(4),345-362. https://doi.org/10.3390/educsci5040345
Triandini, M. (2019). Identifikasi Permainan Tradisional dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Kajian Pendidikan, 2(2), 25-33.
Wicaksono, A., & Nurhayati, R. (2013). Survey Kemampuan Motorik Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kelas IV Se-Kecamatan Taman Sidoarjo Tahun Ajaran 2012-2013. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 1(1), 98-103.
Wyver, S. (2020). The Importance of Physical Play in Early Childhood Development. Macquarie University.
Zuhdi, W. (2011). Penilaian Kemampuan Dasar Motorik Untuk Siswa SD Kelas 1-3 (Usia 6-9 tahun). Yogyakarta: Elmatera Publishing